Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setelah Ada Taruhan Prabowo Akan Lengser Tahun Ini, Polymarket Diblokir Komdigi

Laman Polymarket.com, sebuah platform pasar prediksi, resmi diblokir diblokir oleh Komdigi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Setelah Ada Taruhan Prabowo Akan Lengser Tahun Ini, Polymarket Diblokir Komdigi
Tribunnews.com/Laman Polymarket
TARUHAN - Laman Polymarket diblokir Komdigi. Pemblokiran terjadi tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menjadi bahan taruhan di Polymarket. 

Jika tebakan pengguna terbukti benar saat peristiwa terjadi, saham mereka akan bernilai $1.00, sedangkan jika salah, nilainya menjadi nol.

Prediksi Polymarket tentang Mundurnya Prabowo

Dalam kontrak terkait pengunduran diri Prabowo Subianto ini, Polymarket memungkinkan pengguna membeli saham "Yes" atau "No" pada opsi lini masa yang disediakan. 

Resolusi pasar atau penentu kemenangan nantinya akan didasarkan pada informasi resmi pemerintah Indonesia atau konsensus media kredibel terkait skenario pengunduran diri Prabowo Subianto sebagai Presiden indonesia. 

Pengumuman pengunduran diri sebelum batas waktu yang ditentukan akan langsung menyelesaikan pasar sebagai "Yes".

Baca juga: Prabowo Gelar Rapat di Istana, Mantan Pejabat Diminta Bagikan Pengalaman Hadapi Krisis

Menurut data terkini di platform tersebut per 21 Mei 2026, probabilitas yang diberikan pasar untuk pengunduran diri atau pemberhentian Prabowo terlihat sangat rendah. 

Untuk akhir Mei 2026, peluang "Yes" hanya berada di kisaran 2 persen, Juni 2026 sekitar 4 persen, dan hingga akhir Desember 2026 mencapai 18 persen.

Total volume perdagangan pasar ini sudah mencapai hampir $9.000 meski baru diluncurkan pada 20 Mei 2026.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, pasar serupa juga ada untuk periode 2025 yang sebelumnya telah tersedia, di mana probabilitas Prabowo lengser di akhir tahun itu juga tercatat rendah.

Peluncuran pasar ini muncul di tengah berbagai isu yang dihadapi pemerintahan Prabowo, termasuk kritik dari Amnesty International tentang isu kebebasan berpendapat, kekhawatiran The Economist mengenai oposisi dan risiko fiskal program makan siang gratis, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

(Tribunnews/Febri/Bobby)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas