Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang di Mana-mana, Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Perlu Perkuat Pertahanan Nasional

Prabowo menegaskan penguatan pertahanan, swasembada pangan, dan pengelolaan SDA demi menjaga kekayaan Indonesia.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Perang di Mana-mana, Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Perlu Perkuat Pertahanan Nasional
Tribunnews.com/Taufik Ismail
PANEN UDANG - Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, (23/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo menyebut penguatan pertahanan dilakukan untuk menjaga kekayaan Indonesia di tengah konflik dan perang dunia.
  • Pemerintah mengklaim Indonesia telah swasembada beras, jagung, telur, dan ayam, serta menargetkan swasembada daging dalam 4-5 tahun.
  • Prabowo menegaskan kekayaan alam Indonesia harus dikelola mandiri demi rakyat dan kebocoran sumber daya negara harus dihentikan.

 

TRIBUNNEWS.COM, KEBUMEN - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan dirinya membangun kekuatan pertahanan. Ia ingin pemerintah memperkuat sektor pertahanan untuk menjaga kekayaan Indonesia. Apalagi kata Presiden, saat ini konflik terjadi di sejumlah wilayah di dunia. 

“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada."

"Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” kata Presiden usai panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, (23/5/2026).

Selain memperkuat pertahanan, pemerintah juga kata Prabowo berupaya untuk mewujudkan kedaulatan pangan. 

Presiden mengatakan dalam 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah capaian strategis telah berhasil diraih, terutama di sektor pangan nasional. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kepala Negara menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama.

“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menilai capaian tersebut menjadi hal penting di tengah situasi dunia yang saat ini dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik. 

Menurut Presiden, Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor.

Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. 

Kepala Negara menegaskan bahwa sumber daya alam Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” kata Presiden.

Presiden Prabowo juga kembali menyinggung pidatonya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada 20 Mei 2026 lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan besar, namun masih menghadapi persoalan kebocoran sumber daya negara yang harus segera dihentikan.

“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan. Dan saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya, dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas