Profil Darmawan Prasodjo, Dirut PLN Minta Maaf Buntut Listrik Padam di Sumatra, Harta Rp 110 Miliar
Lampu mati massal (blackout) terjadi diJambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga ujung Provinsi Aceh sejak Jumat (22/5/2026) malam.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Tiara Shelavie
Ia juga pernah mengisi sejumlah jabatan di perusahaan pelat merah BUMN, yakni PLN.
Pada 2019, Darmawan menjadi Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) berdasarkan keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham Nomor SK-325/MBU/12/2019 tanggal 23 Desember 2019.
Setahun sebelumnya, ia menjadi Komisaris PLN pada Agustus 2018 - Desember 2019.
Selain di PLN, Darmawan pernah menjadi Presiden Komisaris Ametis Energi Nusantara 2013-2014. Kemudian, Deputi I Bidang Pengendalian, Pembangunan, Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Kantor Staf Presiden 2015-2019,
Berdasarkan data di laman resmi PLN, Darmawan juga pernah menjabat sebagai Co-chair Post 2015 Millenium Development Goals tahun 2013-2014, Kepala Jurusan di Prodi Green Economy di Surya University tahun 2012-2013, dan Direktur di Indonesia Center for Green Economy.
Riwayat Pendidikan
Mengenai pendidikannya, Darmawan Prasodjo menamatkan jenjang pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah di Magelang, Jawa Tengah.
Ia sekolah di SD Bersubsidi IV, Magelang. Lulus SD, melanjutkan pendidikan di SMP 2 Magelang dan SMA 1 Magelang.
Darmawan juga lulusan Computer Science dari Texas A&M University pada 1994.
Pada tahun 2000, ia melanjutkan studinya di bidang dan kampus yang sama pada 2000.
Setahun kemudian, Darmawan berhasil menyandang gelar doktor ekonomi terapan, ekonomi sumber daya alam di Texas A&M University kolaborasi pada 2011. Lantas, melanjutkan post doctoral di Duke University.
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diunggah di situs e-lkhpn, tercatat Darmawan Prasodjo memiliki harta mencapai Rp 110 miliar.
Ia memiliki tanah bangunan, laat transportasi dan mesin, serta kas dan harta lainnya.
Adapun harta yang paling banyak berupa tanah dan bangunan yan gberada di Kota Tangerang, Bantun, Tangerang Selatan.