Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Khutbah Jumat, 29 Mei 2026: Memperbanyak Takbir dan Syukur di Hari Tasyrik

Simak inilah teks khutbah Jumat 29 Mei 2026, yang bertema "Memperbanyak Takbir dan Syukur di Hari Tasyrik".

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Khutbah Jumat, 29 Mei 2026: Memperbanyak Takbir dan Syukur di Hari Tasyrik
Surya/Purwanto
KHUTBAH JUMAT - Umat muslim melaksanakan salat Jumat pertama di bulan Ramadhan 1445 H di Masjid Agung Jami Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (15/3/2024). Khutbah Jumat 29 Mei 2026, bertema "Memperbanyak Takbir dan Syukur di Hari Tasyrik". SURYA/PURWANTO 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Tasyrik merupakan hari-hari istimewa dalam Islam yang jatuh pada 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, dzikir, serta rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan.

Khutbah Jumat yang disampaikan khatib sebelum pelaksanaan salat Jumat 29 Mei 2026, bertema "Memperbanyak Takbir dan Syukur di Hari Tasyrik".

Melalui khutbah Jumat kali ini, khatib dapat mengajak jamaah untuk memaknai Hari Tasyrik sebagai momentum memperkuat keimanan dan meningkatkan ketakwaan.

Selain menjadi bagian dari rangkaian ibadah Idul Adha, Hari Tasyrik juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Melansir laman simbi.kemenag.go.id, berikut teks khutbah Jumat, 29 Mei 2026.

Baca juga: Amalan Sunnah dan Larangan Hari Tasyrik 11, 12, 13 Dzulhijjah, Simak Doa yang Dipanjatkan

Memperbanyak Takbir dan Syukur di Hari Tasyrik

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اتَّقُوا اللَّهَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ، فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ، وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى، وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ.

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang bukan hanya tampak di bibir, tetapi hidup di hati, menjelma dalam amal, dan membekas dalam akhlak kehidupan kita sehari-hari.

Rekomendasi Untuk Anda

Jemaah Jum'at yang dimuliakan Allah,
Pada hari-hari ini kita berada dalam hari Tasyrik, yaitu hari-hari mulia yang Allah khususkan untuk memperbanyak zikir. Hari-hari yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah ini disebut Rasulullah saw sebagai hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah. Hari-hari Tasyrik bukan sekadar kelanjutan Iduladha, melainkan momentum spiritual agar hati manusia tidak berhenti mengingat Allah setelah gema takbir Id bergema.

Betapa indah suasana kaum Muslimin pada hari-hari Tasyrik. Takbir berkumandang dari masjid, musala, rumah-rumah, bahkan dari hati orang-orang beriman. Namun pertanyaannya, apakah takbir itu hanya menggema di pengeras suara, ataukah benar-benar mengguncang jiwa kita?

"Allahu Akbar!"
Kalimat itu pendek, tetapi mampu meruntuhkan kesombongan Fir'aun, menghancurkan ego manusia, dan menenangkan hati orang-orang beriman.

Ketika seorang mukmin mengucapkan "Allahu Akbar", sesungguhnya ia sedang berkata:
"Ya Allah, Engkau lebih besar dari jabatan yang aku banggakan. Engkau lebih besar dari harta yang aku pertuhankan. Engkau lebih besar dari rasa takut yang menghantuiku. Engkau lebih besar dari seluruh urusan dunia yang membuatku lalai." Prof. M. Quraish Shihab menegaskan bahwa perintah zikir ini bukan sekadar ritual, tetapi sarana menjaga kesadaran agar manusia tidak larut dalam kenikmatan dunia.

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,
Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Baqarah [2] ayat 185:

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.

"Hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."

Ayat ini menunjukkan bahwa takbir dan syukur adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Orang yang benar-benar bertakbir pasti akan bersyukur. Sebaliknya, orang yang tidak pandai bersyukur sesungguhnya belum memahami makna keagungan Allah.

Imam Fakhruddin ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa perintah takbir adalah bentuk pengagungan total kepada Allah atas nikmat hidayah dan ibadah. Sedangkan Imam Qurthubi menerangkan bahwa takbir pada hari raya dan hari Tasyrik merupakan syiar agung untuk menampakkan kebesaran Allah di tengah kehidupan manusia.

Hari Tasyrik juga mengajarkan kepada kita tentang syukur yang hakiki. Syukur bukan sekadar ucapan "alhamdulillah" di lisan, tetapi pengakuan hati dan ketaatan anggota badan.
Sebagian ulama mengatakan:

الشَّكْرُ قَيْدُ النِّعَمِ الْمَوْجُوْدَةِ، وَصَيْدُ النِّعَمِ الْمَفْقُوْدَةِ.

"Syukur adalah pengikat nikmat yang ada dan pemancing datangnya nikmat yang belum ada."

Imam Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa syukur terdiri dari tiga unsur: ilmu, yaitu menyadari nikmat; hal, yaitu menghadirkan rasa syukur dalam hati; dan amal, yaitu menggunakan nikmat untuk kebaikan dan ketaatan.

Hari ini kita masih bisa berjalan ke masjid. Masih mampu sujud. Masih mendengar azan. Masih diberi kesempatan bertobat. Tetapi berapa banyak manusia yang tahun lalu masih bertakbir bersama keluarganya, kini telah berbaring sunyi di alam kubur? Betapa banyak orang yang dahulu duduk di saf masjid ini, kini tinggal nama dan kenangan. Maka jangan sampai takbir hanya menjadi tradisi tahunan tanpa mengguncang kesadaran ruhani kita.

Hadirin sekalian,
Ulama tafsir menjelaskan bahwa firman Allah:

وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ.

adalah perintah memperbanyak zikir pada hari-hari Tasyrik, terutama takbir. Mayoritas mufasir menyatakan bahwa "ayyāmin ma 'dūdāť" adalah tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Ibnu Umar dan Abu Hurairah r.a. bahkan keluar ke pasar sambil bertakbir, lalu manusia mengikuti takbir mereka. Begitulah para sahabat menghidupkan syiar Allah.

Coba renungkan, hari ini manusia begitu mudah memviralkan lagu, hiburan, dan perkara duniawi. Tetapi sering kali malu mengumandangkan takbir. Padahal takbir adalah identitas tauhid. Takbir adalah suara kemenangan iman. Takbir adalah pengingat bahwa dunia ini kecil di hadapan Allah Yang Maha Besar.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd. Kalimat itu bukan sekadar lantunan. Ia adalah terapi jiwa. Ia adalah cahaya bagi hati yang gelap. Ia adalah pengingat bahwa sehebat apa pun manusia, pada akhirnya akan kembali menjadi tanah.

Jemaah yang berbahagia,
Dalam sebuah kajian tafsir tematik tentang syukur dijelaskan bahwa syukur yang benar melahirkan kepekaan sosial, empati, dan peningkatan kualitas iman manusia. Maka syukur pada hari Tasyrik harus diwujudkan dalam memperbanyak zikir dan takbir, mempererat silaturahmi, membantu fakir miskin, berbagi daging kurban, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Jangan biarkan umur habis tanpa syukur. Betapa banyak manusia yang hidup bergelimang nikmat tetapi hatinya gelisah. Betapa banyak orang sederhana tetapi hidupnya tenang karena pandai bersyukur.

Syukur membuat yang sedikit terasa cukup. Kufur nikmat membuat yang banyak terasa kurang. Karena itu, mari kita hidupkan rumah-rumah kita dengan takbir. Hidupkan hati kita dengan zikir. Hidupkan kehidupan kita dengan syukur.

Perbanyaklah ucapan:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Semoga takbir yang kita lantunkan bukan hanya terdengar di bumi, tetapi juga dicatat oleh para malaikat sebagai bukti cinta kita kepada Allah Swt. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا ، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحْتُكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ، وَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتَّبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ، صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ
وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ وَالشَّاكِرِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِيَ الْحَاجَاتِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِبْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُّكُمْ وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

(Tribunnews.com/Latifah)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas