Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bamsoet Dukung Inovasi Keamanan, PERIKHSA dan Anubis Bodyarmor Kenalkan Jaket Anti Begal

PERIKHSA dan Anubis Bodyarmor berkolaborasi membuat jaket anti begal sebagai salah satu solusi perlindungan diri bagi masyarakat.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Bamsoet Dukung Inovasi Keamanan, PERIKHSA dan Anubis Bodyarmor Kenalkan Jaket Anti Begal
Istimewa
SOLUSI KEAMANAN MASYARAKAT - Bambang Soesatyo menuturkan meningkatnya aksi kejahatan jalanan di berbagai daerah telah menimbulkan keresahan yang serius di tengah masyarakat. Untuk itu, PERIKHSA berkolaborasi dengan Anubis Bodyarmor membuat jaket anti begal sebagai salah satu solusi perlindungan diri bagi masyarakat yang beraktivitas di jalan. 

TRIBUNNEWS.COM – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo, menyampaikan bahwa maraknya aksi kejahatan jalanan di berbagai wilayah telah memicu keresahan yang semakin besar di masyarakat.

Kasus pembegalan, perampasan kendaraan bermotor menggunakan senjata api, penjambretan disertai kekerasan, hingga penusukan di ruang publik menunjukkan bahwa ancaman kriminalitas dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa pun.

Beragam peristiwa tersebut juga mencerminkan semakin nekatnya pelaku kejahatan yang tak segan menggunakan kekerasan demi menguasai barang milik korban dalam waktu singkat.

"Keamanan masyarakat merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian serius. Karena itu, PERIKHSA berkolaborasi dengan Anubis Bodyarmor membuat jaket anti begal sebagai salah satu solusi perlindungan diri bagi masyarakat yang beraktivitas di jalan. Produk dalam negeri karya anak bangsa ini dirancang untuk memberikan alternatif keamanan tambahan ketika menghadapi ancaman kejahatan jalanan yang semakin mengkhawatirkan," ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, Data Polri sepanjang tahun 2025 hingga semester pertama 2026 menunjukkan tindak kriminal jalanan masih menjadi salah satu bentuk kejahatan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.

Di sejumlah wilayah metropolitan seperti Jabodetabek, Medan, Makassar, Surabaya hingga Bandung, aparat kepolisian berulang kali mengungkap jaringan pelaku begal yang beroperasi secara kelompok dengan menggunakan senjata tajam, celurit, golok, pisau, bahkan senjata api rakitan.

Banyak korban mengalami luka berat, trauma psikologis, hingga kehilangan nyawa akibat aksi brutal para pelaku.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perkembangan modus kejahatan jalanan menunjukkan bahwa pelaku semakin nekat. Mereka tidak segan melukai korban dengan senjata tajam ataupun menggunakan senjata api. Kondisi ini menuntut hadirnya berbagai upaya preventif yang dapat membantu masyarakat meningkatkan perlindungan diri saat berada di ruang publik," kata Bamsoet.

Baca juga: Kirim Sapi Kurban ke Dapil, Bamsoet Tekankan Iduladha Momentum Perkuat Ketahanan Nasional

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, jaket anti begal (anti peluru dan senjata tajam) hasil kolaborasi PERIKHSA dan Anubis Bodyarmor dirancang menggunakan teknologi perlindungan balistik modern dengan spesifikasi National Institute of Justice (NIJ) Level IIIA.

Standar tersebut merupakan salah satu standar perlindungan balistik yang diakui secara internasional untuk menghadapi ancaman senjata api genggam maupun serangan senjata tajam.

Jaket anti begal menggunakan panel Soft Body Armor berkualitas tinggi teknologi Amerika Serikat yang telah teruji kemampuannya dan dikerjakan seluruhnya di Indonesia. Jaket mampu memberikan perlindungan terhadap tusukan senjata tajam serta tembakan senjata api hingga kaliber besar peluru tajam 44 Magnum sesuai standar NIJ Level IIIA. 

"Jaket anti begal diproduksi di dalam negeri. Fungsi utamanya adalah memberikan lapisan perlindungan yang akurat di tempat sasaran yang mematikan sehingga peluang korban untuk selamat dan terhindar dari luka fatal menjadi lebih besar," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, upaya menekan angka kejahatan jalanan tetap harus dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif.

Penguatan patroli kepolisian, pemasangan kamera pengawas di titik rawan, penerangan jalan yang memadai, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta edukasi keamanan lingkungan harus berjalan beriringan. Selain itu, masyarakat juga perlu memiliki kesadaran akan pentingnya perlindungan diri yang proporsional sesuai kebutuhan dan tingkat risiko aktivitas masing-masing.

"PERIKHSA mendukung penuh berbagai langkah aparat keamanan bertindak tegas terukur dalam memberantas kejahatan jalanan. Pada saat yang sama, kami juga ingin menghadirkan inovasi yang dapat membantu masyarakat merasa lebih aman ketika bekerja, berkendara, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari," pungkas Bamsoet. (*)

Baca juga: Bamsoet Lantik Pengurus KODRAT Provinsi Bali, Dorong Tarung Derajat Perkuat Persatuan Nasional

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas