Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Protes Mahasiswa Kini Dimulai dari Semarang

Kevin mengaku awalnya tidak memperkirakan kampanye tersebut akan menjadi viral. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Protes Mahasiswa Kini Dimulai dari Semarang
Tribunnews.com/Tribun Jateng
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Jalan Imam Bardjo, Kota Semarang, Kamis (5/6/2026) pekan lalu. /Foto: Tangkapan Layar Youtube Tribun Jateng 

Menurut Prasetyo, persoalan ekonomi merupakan isu yang kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan hanya berdasarkan tenggat waktu yang ditentukan pihak tertentu.

Dia menegaskan upaya pemulihan ekonomi membutuhkan proses yang melibatkan koordinasi lintas sektor dan berbagai kebijakan yang saling mendukung.

"Tidak semua atau segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tidak semuanya bisa seperti itu," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

PELANTIKAN SAID IQBAL - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Ia menyebut Presiden Prabowo bakal melantik Said Iqbal sebagai penasihat presiden dan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru sore ini.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, berbicara kepada pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Namun demikian, Prasetyo menilai tuntutan yang disampaikan mahasiswa mencerminkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi nasional.

Pemerintah, kata dia, memandang aspirasi tersebut sebagai masukan yang positif dan konstruktif.

Ia menyebut semangat yang dibawa kalangan mahasiswa pada dasarnya merupakan dorongan agar seluruh elemen bangsa semakin giat bekerja dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada saat ini.

"Semangatnya adalah bagaimana kita semua bekerja keras, terutama di sektor ekonomi. Tentunya kami menerima aspirasi tersebut sebagai sebuah masukan kepada pemerintah," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Prasetyo menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi tekanan ekonomi yang terjadi.

Berbagai kementerian dan lembaga terkait, lanjutnya, terus berkoordinasi secara intensif guna merumuskan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut dia, kondisi ekonomi saat ini dipengaruhi beragam faktor, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dinamika global.

Sebab itu, penyelesaiannya membutuhkan strategi yang komprehensif dan tidak bisa dilakukan secara cepat.

"Beberapa hari ini saudara saksikan bahwa kita betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita ini yang memang tidak mudah dan dipengaruhi oleh banyak faktor," ujarnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menyatakan optimisme bahwa berbagai langkah yang ditempuh pemerintah akan mampu meredam gejolak ekonomi, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah. 

Ia menilai, koordinasi yang kuat antarlembaga serta kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar.

"Kami yakin langkah-langkah yang diambil dengan koordinasi yang erat, koordinasi yang intens, serta kebijakan yang saling memperkuat dan memberikan kepastian kepada pelaku usaha akan dapat mengatasi permasalahan ini," ucapnya.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas