Judi dan Piala Dunia 2026, Total Uang Taruhan Diperkirakan Rp 900 Triliun
Pesta olahraga bergengsi dunia, Piala Dunia FIFA 2026 akan dimulai minggu ini.
Penulis:
Hasanudin Aco
Ringkasan berita
- Piala Dunia 2026 diperkirakan akan memicu lonjakan aktivitas taruhan global.
- Total nilai taruhan selama turnamen diperkirakan menembus lebih dari US$50 miliar atau sekitar Rp900 triliun.
- Menjelang turnamen, sejumlah negara di Asia Tenggara meningkatkan pengawasan terhadap perjudian ilegal terutama judi online.
- Polri turut mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas judi bola
- Pemerintah Singapura menggencarkan kampanye edukasi tentang bahaya kecanduan judi.
- Malaysia juga memperketat pengawasan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesta olahraga bergengsi dunia, Piala Dunia FIFA 2026 akan dimulai minggu ini.
Tiga negara yakni Kanada, AS, dan Meksiko akan bertindak sebagai tuan rumah bersama.
Berkaca dari Piala Dunia sebelumnya, taruhan dalam bentuk judi terkait Piala Dunia diperkirakan akan melonjak tahun ini.
Dengan lebih dari 100 pertandingan yang diadakan selama enam minggu, total volume taruhan diperkirakan akan melebihi US$50 miliar (Rp 900 triliun) di seluruh dunia, demikian menurut laporan dari bank investasi Macquire yang dirilis beberapa waktu lalu.
Untuk setiap pertandingan, rata-rata taruhan bisa melebihi setengah miliar dolar AS.
Singapura, Indonesia, dan Malaysia Waspada
Seiring meningkatnya antusiasme publik menjelang Piala Dunia 2026, Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura mengeluarkan peringatan keras akan melakukan penegakan hukum terhadap perjudian ilegal selama Piala Dunia.
Dalam publikasinya seperti dikutip dari ST, Selasa (9/6/2026), selain peringatan keras pemerintah Singapura juga akan melakukan edukasi publik tentang masalah perjudian.
Dewan Nasional tentang Masalah Perjudian (NCPG) Singapura meluncurkan video kampanye yang menampilkan seorang ayah muda yang kehilangan harta benda dan keluarganya karena taruhan berlebihan.
Satu-satunya operator berlisensi di Singapura untuk layanan lotere, taruhan olahraga, dan perjudian jarak jauh adalah Singapore Pools.
Semua semua operator lainnya – baik daring maupun luring – adalah ilegal.
“Tidak seperti operator berlisensi, operator ilegal tidak menyediakan perlindungan perjudian yang bertanggung jawab, dan dapat membuat individu dan keluarga mereka terpapar kerugian finansial dan sosial yang signifikan,” kata pernyataan itu.
Polisi secara rutin melakukan operasi penegakan hukum terhadap operator perjudian ilegal.
Polri Beri Peringatan
Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan berkedok tiket nonton bareng (nobar) serta praktik judi bola menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu dikutip dari situs Humas Polri.
Selain potensi penipuan, Polri turut mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas judi bola yang kerap meningkat saat berlangsungnya ajang olahraga internasional.