Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Ketenagakerjaan di ILC Jenewa

Menaker Yassierli menyampaikan sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan tenaga kerja masa depan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Ketenagakerjaan di ILC Jenewa
Dok. Kemnaker
KONFERENSI PERBURUHAN INTERNASIONAL - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan. Hal itu disampaikan Yassierli dalam Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan tenaga kerja masa depan saat menghadiri Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss.

Pesan utama yang disampaikan Menaker adalah pekerja harus tetap memiliki keterampilan serta mendapatkan peluang kerja dan perlindungan yang layak di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan perubahan dunia kerja yang cepat.

Menaker mengatakan, perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menempatkan penguatan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, dan perlindungan pekerja sebagai agenda penting dalam menghadapi masa depan kerja.

“Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat perlindungan pekerja agar masyarakat tetap memiliki masa depan kerja yang layak,” kata Menaker Yassierli, Selasa (8/6/2026).

Menurut Menaker, ini merupakan isu krusial karena perubahan dunia kerja sudah mulai memengaruhi cara orang bekerja, mencari pekerjaan, dan bertahan di pasar kerja. Anak muda membutuhkan pengalaman kerja, lulusan sekolah membutuhkan pelatihan yang relevan, sementara pekerja di sektor digital dan sektor berisiko membutuhkan perlindungan yang lebih kuat.

Dalam forum tersebut, Menaker juga menyampaikan bahwa di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan keterampilan tenaga kerja masa depan menjadi prioritas nasional. Salah satunya dilakukan melalui Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan dengan dukungan uang saku dari pemerintah.

Menaker menyebutkan, Program Pemagangan Nasional telah menjangkau 100.000 peserta pada tahun lalu dan targetnya meningkat menjadi 150.000 peserta pada tahun ini. Selain itu, Pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300.000 peserta.

Rekomendasi Untuk Anda

“Program-program ini juga memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan,” ujar Menaker.

Ia menambahkan, penguatan keterampilan harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja. Dalam pidatonya, ia memaparkan sejumlah program strategis Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Food Estate, dan proyek hilirisasi, sebagai bagian dari agenda penciptaan jutaan lapangan kerja baru.

Bagi masyarakat, program-program tersebut menjadi penting karena masa depan kerja tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan pekerja untuk memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, akses terhadap pekerjaan yang layak, serta perlindungan dalam pola kerja baru.

Selain keterampilan dan penciptaan kerja, Indonesia juga menempatkan perlindungan pekerja sebagai bagian penting dari agenda kerja layak. Menaker menyampaikan instrumen ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan sebagai komitmen Indonesia terhadap kerja layak, kesehatan, dan keselamatan pekerja, termasuk awak kapal perikanan.

Indonesia juga mencatat kemajuan dalam penyusunan kebijakan nasional bagi pekerja platform digital. Menaker menegaskan, perlindungan dan kesejahteraan pekerja platform digital menjadi bagian penting dari respons Indonesia terhadap perkembangan ekonomi digital dan perubahan pola kerja.

Komitmen tersebut diperkuat melalui dialog sosial. Karena itulah pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja terus terlibat dalam Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional untuk pembentukan regulasi serta inisiatif bersama di bidang produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pelatihan vokasi.

Baca juga: Menaker Yassierli Bawa Pesan Presiden Prabowo di ILC, Akan Serahkan Instrumen Ratifikasi ILO 188

Menaker juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan ILO dan mitra internasional, termasuk dalam pengembangan kurikulum pelatihan vokasi, pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta penguatan bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja dan kelompok yang berisiko tertinggal.

Dalam konteks kerja layak dan keadilan sosial global, Menaker menegaskan kembali solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina. Indonesia terus mendukung ILO Emergency Response Programme untuk memulihkan pekerjaan, mata pencaharian, dan kelembagaan ketenagakerjaan di wilayah Arab yang diduduki.

“Indonesia siap bekerja sama dengan ILO dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kerja layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Bersama-sama, kita membangun masa depan kerja yang menghormati martabat pekerja,” ujar Menaker.

Baca juga: Kemnaker Ajak Swasta Buka Program Kerja untuk Lansia di 7 Kota

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas