Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Luhut Cs Lapor Hasil Survei Dewan Ekonomi Nasional Soal Program MBG ke Prabowo, Ini Temuannya

Dewan Ekonomi Nasional melaporkan hasil survei terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Luhut Cs Lapor Hasil Survei Dewan Ekonomi Nasional Soal Program MBG ke Prabowo, Ini Temuannya
Tribunnews.com/Taufik Ismail
LAPOR PRABOWO - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (8/6/2026). Ia bersama tim melapor ke Presiden Prabowo soal hasil survei terkait program MBG. 

Ringkasan Berita:
  • Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan survei terkait MBG dilakukan secara profesional di 800 titik
  • 86,9 persen dari SPPG yang ada saat ini memiliki satu pemasok berskala kecil atau UMKM
  • 64-65 persen UMKM tersebut berada dalam satu kabupaten dengan SPPG

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan hasil survei terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan survei MBG dilakukan secara profesional di 800 titik.

“Kami dipanggil oleh presiden. Saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei yang dilakukan DEN, mengenai pelaksanaan MBG. Kita dilakukan di 800 titik jadi betul-betul dengan profesional, kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami, itu kami laporkan kepada Presiden,” kata Luhut di Istana Merdeka Jakarta, Selasa, (9/6/2026).

Anggota DEN Septian Hario Seto mengatakan survei dilakukan secara mandiri. 

Penentuan sampel dilakukan komputer yang merepresentasikan keseluruhan SPPG.

Baca juga: Datangi Kejagung, Boyamin Serahkan Temuan Dugaan Kepemilikan Ratusan Dapur MBG oleh Oknum Pejabat

Tujuannya untuk melihat dampak ekonomi dari program andalan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ada 800 titik yang kita pilih secara random, komputer yang pilih sample. jadi ada yang di Nias Selatan, Halmahera, Papua segala macem ini merepresentasikan keseluruhan SPPG yang ada,” katanya.

Seto mengatakan, program MBG telah membentuk rantai pasok baru di daerah. 

Sebesar 86,9 persen dari SPPG yang ada saat ini memiliki satu pemasok berskala kecil atau UMKM.

Baca juga: CELIOS Lebih Setuju Penyaluran MBG Diganti dengan Uang Tunai daripada Makanan: Paling Masuk Akal

Suplier tersebut adalah UMKM yang letaknya dekat dengan SPPG.

“Kalau dihitung secara rata-rata ada 3 UMKM yang digandeng SPPG ini jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan presiden mencapai perbaikan gizi anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem suplai chain yang baru,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan 64-65 persen UMKM tersebut berada dalam satu kabupaten dengan SPPG.

“Ini penting bahwa ini bukan suplier besar yang masuk  tapi UMKM yang muncul memang yang ada di kabupaten dimana SPPG tersebut berada,” katanya.

Selain itu, survei DEN juga menemukan bahwa 99 persen tenaga kerja yang terlibat dalam program MBG berasal dari masyarakat sekitar. 

Kemudian tingkat kepuasan terhadap kinerja pemasok berskala kecil mencapai 70 persen.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas