Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wamenaker Dorong Transformasi Kampus untuk Cetak SDM Siap Bersaing Global

Penguatan sertifikasi kompetensi dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang lebih siap

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Wamenaker Dorong Transformasi Kampus untuk Cetak SDM Siap Bersaing Global
HO/IST/Istimewa/HO
SERTIFIKASI KOMPETENSI - Penguatan sertifikasi kompetensi menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang siap bersaing di dunia kerja. Dalam Seminar Nasional Mercu Buana Competency Network (MBCN) 2026 di Jakarta, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, menegaskan pentingnya sertifikasi profesi sebagai bukti kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri serta mendukung terwujudnya Indonesia Kompeten 2045 

Ringkasan Berita:
  • Dalam seminar Nasional Mercu Buana Competency Network mengemuka pentingnya  penguatan sertifikasi kompetensi sebagai bagian penting transformasi pendidikan tinggi
  • Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menilai sertifikasi menjadi bukti kemampuan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri
  • Forum ini juga memperkuat kolaborasi kampus, pemerintah, dan dunia usaha guna meningkatkan daya saing lulusan menuju Indonesia Kompeten 2045.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penguatan sertifikasi kompetensi dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan persaingan global.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Mercu Buana Competency Network (MBCN) 2026 yang digelar di Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Mengusung tema “Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Melalui Sertifikasi Kompetensi Menuju Indonesia Kompeten 2045”, kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah, akademisi, perguruan tinggi, hingga lembaga sertifikasi profesi.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa pengakuan kompetensi yang terukur menjadi pelengkap penting bagi capaian akademik lulusan perguruan tinggi.

Menurutnya, perubahan kebutuhan industri yang berlangsung sangat cepat menuntut lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi profesi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Transformasi pendidikan tinggi harus diarahkan pada penguatan kompetensi lulusan. Di tengah perubahan kebutuhan industri yang begitu cepat, sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan memiliki kemampuan yang terukur, diakui, dan relevan dengan dunia kerja,” ujar Afriansyah.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan, perguruan tinggi perlu bertransformasi dari sekadar menghasilkan lulusan yang menyelesaikan pendidikan menjadi institusi yang mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap bekerja, berkarya, berwirausaha, dan bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Ke depan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap lulus. Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berkarya, siap berwirausaha, dan siap bersaing pada tingkat nasional maupun global,” katanya.

Seminar nasional tersebut dihadiri pimpinan Universitas Mercu Buana, akademisi, mahasiswa, serta perwakilan berbagai perguruan tinggi dari sejumlah daerah di Indonesia. Turut hadir memberikan pandangan mengenai pengembangan sertifikasi kompetensi di pendidikan tinggi, antara lain Sri Purwanti, Syamsi Hari, dan Beny Bandanadjaja.

Perkuat Keterhubungan Kampus dan Industri

Ketua LSP Universitas Mercu Buana sekaligus Ketua Panitia MBCN 2026, Haekal Fajri Amrullah, mengatakan MBCN 2026 dirancang sebagai forum kolaborasi nasional untuk memperkuat implementasi sertifikasi kompetensi di lingkungan perguruan tinggi.

Baca juga: Adaptasi, Kreativitas dan Kepemimpinan Jadi Keterampilan Wajib Lulusan Perguruan Tinggi Masa Depan

“Melalui Mercu Buana Competency Network 2026, kami ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, dan lembaga sertifikasi profesi. Tujuannya adalah mempercepat implementasi sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan perguruan tinggi,” ujar Haekal.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi kini tidak lagi sekadar menjadi nilai tambah bagi lulusan, melainkan telah menjadi kebutuhan yang harus terintegrasi dalam proses pendidikan tinggi.

“Sertifikasi kompetensi tidak lagi menjadi nilai tambah, tetapi telah menjadi kebutuhan. Perguruan tinggi perlu memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang terverifikasi dan sesuai dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

Selain seminar nasional, MBCN 2026 juga menghadirkan pelatihan integrasi kurikulum berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diikuti 62 peserta dari 36 perguruan tinggi di 13 provinsi.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas