Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo ke Luar Negeri Lagi Minggu Depan, Kali Ini Kunjungi Rusia

Presiden RI, Prabowo Subianto, dipastikan akan kembali menginjakkan kaki di Rusia pada (17/6/2026).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Prabowo ke Luar Negeri Lagi Minggu Depan, Kali Ini Kunjungi Rusia
Sekretariat Presiden
KUNJUNGAN PRESIDEN - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Moskow, pada Senin 13 April 2026 lalu. Pekan depan Prabowo dijadwalkan kembali ke Rusia. 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT ASEAN-Rusia pada Kazantanggal 17 Juni 2026.
  • Kehadiran Prabowo akan mempertemukannya kembali dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sekitar dua bulan setelah pertemuan bilateral mereka di Moskow.
  • Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, agenda rinci masih menunggu konfirmasi dari sekretariat.
  • Sebelumnya, Prabowo dan Putin membahas penguatan kerja sama, termasuk ketahanan dan pasokan energi bagi Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan mengunjungi Rusia pada (17/6/2026) pekan depan.

Keberangkatan kali ini difokuskan untuk mewakili Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) peringatan kerja sama ASEAN-Rusia yang diselenggarakan di kota Kazan.

Lawatan ini menjadi sorotan mengingat Prabowo baru saja merampungkan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow hanya dalam jeda waktu dua bulan sebelumnya.

Kepastian mengenai jadwal lawatan Prabowo itu dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya tanggal 17," ujar Havas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ajang di Kazan nanti tidak hanya dihadiri oleh Prabowo. 

Akan tetapi nantinya juga akan mempertemukan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara secara langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

Rekomendasi Untuk Anda

Meski tanggal dan lokasi sudah dikunci, Havas mengaku masih meramu rincian kegiatan Presiden selama berada di sana.

"Ya kita lagi nunggu agendanya dari Sekretariat," tambahnya.

Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri

  • Sejak dilantik Oktober 2024 hingga Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto tercatat melakukan lebih dari 51–54 kunjungan luar negeri ke berbagai negara.
  • Tujuan kunjungan antara lain untuk diplomasi politik, kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, pertahanan, hingga kemanusiaan.
  • Negara tujuan Prabowo  mencakup Asia (China, Jepang, Arab Saudi, UEA), Eropa (Prancis, Inggris, Rusia), Amerika (AS, Brasil, Peru), hingga Oseania.
  • Kunjungan luar negeri terakhir Presiden Prabowo berlangsung pada awal Juni 2026, ia menghadiri forum internasional dan melakukan pertemuan bilateral di Eropa, termasuk ke Prancis dan Hongaria. 

April lalu ke Rusia

Sebagai informasi, Prabowo telah melakukan lawatan ke Moskow pada pertengahan April lalu untuk membahas penguatan kerja sama di tengah gejolak geopolitik dunia.

Kala itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merinci perjalanan panjang Presiden Prabowo menuju Eropa Timur.

“Jelang tengah malam di hari Minggu ini, 12 April 2026, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia,” ungkap Teddy melalui keterangan tertulisnya.

Penerbangan menggunakan pesawat dari maskapai nasional Garuda Indonesia tersebut memakan waktu sekitar 12 jam non-stop hingga tiba di ibu kota Rusia pada Senin pagi. Agenda utamanya pun sangat spesifik dan berbobot.

"Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin di siang harinya," jelas Teddy.

Dijelaskan Teddy, pertemuan bilateral tertutup tersebut dinilai bukan sekadar kunjungan kehormatan biasa. Menurut Seskab, diplomasi tingkat tinggi antara Prabowo dan Putin memiliki posisi tawar yang vital bagi Indonesia.

“Di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial,” tuturnya.

Ia mengatakan fokus utama dari perbincangan kedua pemimpin negara saat itu bertumpu pada ketahanan energi.

Pemerintah disebut telah mengambil langkah proaktif untuk memitigasi krisis dengan mengamankan suplai langsung dari Rusia.

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” pungkasnya.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas