Bahlil Izin Panggil Kanda ke Prabowo: Biar Olahannya Cepat Masuk
Kelakar Bahlil Lahadalia di Munas XVIII HIPMI Lampung, minta izin panggil Presiden Prabowo Subianto Kakanda demi kelancaran urusan.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Pertemuan pengusaha muda di Lampung mendadak riuh setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta izin memanggil Presiden Prabowo Subianto dengan sebutan "Kakanda".
- Panggilan akrab khas anak murni pengusaha ini sengaja dipakai agar hubungan batin antara pebisnis muda di daerah dan pemerintah pusat tidak kaku dalam mengurus berbagai program ekonomi.
- Acara kumpul akbar yang dihadiri 2.000 pengusaha ini digelar untuk memilih ketua umum baru sekaligus membahas arah masa depan dunia usaha nasional.
TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG – Ketua Dewan Kehormatan HIPMI yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sukses mencairkan suasana resmi pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Ballroom Novotel Bandar Lampung, Lampung, Rabu (10/6/2026) siang.
Di depan Presiden Prabowo Subianto yang baru tiba pukul 14.06 WIB, Bahlil langsung meminta izin untuk memanggil kepala negara dengan sebutan "Kakanda" supaya komunikasi urusan bisnis antara pengusaha daerah dan pemerintah tidak kaku.
Panggilan Akrab dan Gaya Diplomasi ala Pengusaha
Momen lucu ini berawal saat Bahlil berdiri di podium untuk menyapa para pejabat negara yang datang.
Selepas menyapa Ketua MPR RI Ahmad Muzani dengan panggilan kanda, Bahlil langsung menoleh ke arah Presiden Prabowo untuk meminta izin memakai sapaan akrab yang sudah menjadi tradisi turun-temurun di organisasi pengusaha tersebut.
“Kalau Bapak berkenan saya izin bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Bahlil di podium.
Mendengar permintaan itu, dua ribu pengusaha muda yang memenuhi ruangan langsung kompak berteriak setuju.
Baca juga: Kabar Bahlil: Lagu MBG Bikin Jokowi Heran hingga Jalan ke Rumah Istrinya Diperlebar
Bahlil kemudian berseloroh bahwa panggilan akrab ini punya fungsi penting agar urusan kerja sama dan pembahasan program ekonomi bisa berjalan lebih cepat tanpa terbentur birokrasi yang berbelit-belit.
“Biar lebih dekat Pak, supaya olahannya cepat masuk,” tambah Bahlil yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan riuh para peserta.
Gaya bicara yang blak-blakan dan santai ini memperlihatkan cara khas dunia usaha di Indonesia, di mana ikatan kekeluargaan dan kedekatan personal sering kali dibangun lebih dulu untuk mempermudah kerja sama formal nantinya.
Agenda Besar di Balik Pertemuan Pengusaha Nasional
Meski penuh dengan candaan, pertemuan akbar HIPMI ke-18 ini sebenarnya mengusung misi penting bagi perekonomian masyarakat luas. Lewat tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional”, forum ini menjadi ruang bagi para pengusaha swasta untuk ikut menyukseskan program kerja pemerintah, khususnya di bidang kemandirian energi dan pengolahan bahan alam (hilirisasi).
Sepanjang acara di Lampung, ada tiga agenda utama yang menjadi pusat perhatian:
- Pemilihan Ketua Umum baru untuk memimpin kepengurusan pusat periode 2026–2029.
- Perubahan aturan internal organisasi agar lebih cocok dengan tren bisnis digital saat ini.
- Penyusunan rekomendasi nyata untuk membantu pemerintah memajukan sektor UMKM dan ekonomi daerah.
Baca juga: Prabowo Hadiri Munas HIPMI XVIII di Lampung, Diikuti 2.000 Peserta
Melahirkan Banyak Tokoh Penting di Pemerintahan
Kehadiran langsung Presiden Prabowo bersama barisan menteri kabinet mempertegas bahwa wadah pengusaha muda ini punya posisi tawar yang kuat di mata pemerintah.
Sejak dulu, organisasi ini dikenal luas sebagai tempat lahirnya para pemimpin dan pejabat tinggi negara.
Selain Bahlil Lahadalia, nama-nama beken di pemerintahan seperti Erick Thohir, Rosan P. Roeslani, dan Sandiaga Uno merupakan alumni dari tempat ini, termasuk para pengusaha senior seperti Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.
Keakraban yang ditunjukkan dalam pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa gerbong pengusaha muda siap mengawal dan menyukseskan berbagai kebijakan ekonomi pemerintah dalam jangka panjang.
Munas XVIII HIPMI di Lampung menjadi momentum penting yang memadukan komitmen formal pengusaha dengan kelenturan komunikasi politik di hadapan Presiden Prabowo.