Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bahlil: Blackout di Jawa Dipicu Gangguan Pembangkit, Bukan Batu Bara

Bahlil menyebut blackout di Jawa dipicu gangguan pembangkit, bukan kelangkaan batu bara. Pasokan domestik dipastikan aman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
zoom-in Bahlil: Blackout di Jawa Dipicu Gangguan Pembangkit, Bukan Batu Bara
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
BLACKOUT JAWA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Bahlil menyebut blackout di sejumlah wilayah Jawa dipicu gangguan pembangkit, bukan kelangkaan pasokan batu bara. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah isu kelangkaan batu bara sebagai penyebab blackout di sejumlah wilayah Jawa.
  • Pemerintah menyebut pemadaman dipicu gangguan pada sejumlah unit pembangkit listrik berdasarkan laporan PLN.
  • Pasokan batu bara domestik dipastikan aman dengan realisasi penugasan mencapai 170 juta ton.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah isu yang menyebut kelangkaan batu bara menjadi penyebab blackout atau pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

Bahlil menegaskan, pasokan batu bara untuk kebutuhan domestik tetap aman.

Menurutnya, gangguan listrik yang sempat dirasakan warga dipicu masalah pada sejumlah unit pembangkit listrik sebagaimana dilaporkan PT PLN (Persero).

"Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah pemadaman listrik dilaporkan terjadi hampir bersamaan di sejumlah daerah, termasuk Bandung, Bekasi, dan Depok, pada Rabu (10/6/2026), sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Bahlil mengatakan pemerintah telah memenuhi kewajiban pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO), sehingga isu menipisnya suplai batu bara tidak berdasar.

"Karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton," ujarnya.

Baca juga: Bahlil Pastikan BBM Subsidi, LPG, dan Listrik Tak Naik: Pertamax Cs Ikuti Pasar

Gangguan Pembangkit Jadi Penyebab

Rekomendasi Untuk Anda

Bahlil menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari PLN, pemadaman dipicu gangguan teknis pada beberapa unit pembangkit, bukan akibat keterbatasan bahan bakar.

"Dan memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN. Dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya," katanya.

Ia tidak menampik bahwa proses pemulihan sistem kelistrikan belum sepenuhnya maksimal. Namun, pemerintah bersama PLN terus melakukan percepatan agar pasokan listrik kembali normal.

"Kemarin memang ada, belum maksimal, tapi ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan," pungkasnya.

Baca juga: Warganet Klaim Tagihan Listrik Belakangan Ini Naik, PLN Bantah Isu Kenaikan Tarif

Isu kelangkaan batu bara sebelumnya sempat mencuat di tengah maraknya pemadaman listrik di sejumlah daerah. Sebelumnya, gangguan kelistrikan berskala besar juga terjadi di wilayah Sumatera, memicu kekhawatiran publik terkait keandalan pasokan energi nasional.

Meski demikian, pemerintah memastikan stok batu bara untuk pembangkit tetap tersedia sesuai penugasan, sementara evaluasi terhadap gangguan teknis pembangkit terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Pemerintah menegaskan blackout di sejumlah wilayah Jawa bukan disebabkan pasokan batu bara yang menipis, melainkan gangguan teknis pembangkit yang kini dalam proses pemulihan dan evaluasi.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas