Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Komaruddin Hidayat Minta Insan Pers Kritis tapi Tetap Konstruktif dan Edukatif

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai selama ini pers tidak akan pernah kekurangan bahan pemberitaan. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Komaruddin Hidayat Minta Insan Pers Kritis tapi Tetap Konstruktif dan Edukatif
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
PERAN PERS - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat dalam konferensi pers di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (15/6/2026). 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menilai pers tidak akan pernah kekurangan bahan pemberitaan karena dunia dengan 8,3 miliar penduduk dan 193 negara selalu menyajikan beragam peristiwa. 
  • Media bisa menemukan banyak persoalan maupun hal positif untuk diberitakan. 
  • Ia menekankan tugas pers bukan hanya mengungkap kekurangan, tetapi juga membantu membangun kehidupan publik lebih baik melalui pemberitaan berimbang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai selama ini pers tidak akan pernah kekurangan bahan pemberitaan. 

Dirinya mengungkapkan saat ini jumlah penduduk dunia mencapai sekitar 8,3 miliar dan 193 negara dengan berbagai peristiwa dan persoalan.

Komaruddin mengatakan media dapat dengan mudah menemukan berbagai persoalan dan penyimpangan untuk diberitakan. 

Meski begitu, banyak hal positif yang layak mendapat perhatian publik.

"Nah sekarang posisi pers itu, satu, bagaimana ingin mencari yang borok-boroknya juga banyak. Ibarat rumah yang besar, itu pasti ada sudut-sudut di bawah karpet yang kotor-kotor itu pasti ada. Kalau ini dikorek-korek itu pasti banyak," ujar Komaruddin dalam konferensi pers di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (15/6/2026).

"Tapi banyak juga sisi-sisi sudut yang baik-baik, yang taman, ruang tamu, ruang makan itu pasti baik-baik semuanya. Jadi pers itu tidak akan kurang bahan. Mau cari yang sensasional, negatifnya juga banyak. Mau cari yang positif juga banyak," lanjutnya.

Komaruddin menilai tugas pers bukan sekadar mengungkap kekurangan dan kesalahan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, pers juga harus membantu membangun kehidupan publik yang lebih baik melalui pemberitaan yang berimbang.

"Hemat saya kita sebagai warga negara yang baik, itu hendaknya bagaimana kita bisa melakukan kritik yang konstruktif, berbagai kekurangan yang ada. Namun juga tetap memegang objektivitas. Jadi prinsip konstruktif edukatif itu menjadi penting bagi pers," katanya.

Menurutnya, sikap kritis tetap harus dijaga sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial media. 

Meski begitu, Komaruddin meminta kritik yang disampaikan perlu diarahkan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat dan mendorong perbaikan.

"Kalau emang ada penyimpangan ya ditulis. Tapi konteksnya itu kita edukatif dan konstruktif membangun bangsa ini," ujar Komaruddin.

Ia menambahkan, setiap negara memiliki berbagai persoalan yang dapat terus dikritisi tanpa habis. 

Pers, kata Komaruddin, perlu menjadikan sikap kritis, konstruktif, dan edukatif sebagai pedoman dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Sikap kritis, konstruktif, edukatif ini menjadi satu mantra pegangan kinerja kita," katanya.

Komaruddin menegaskan, berbagai kritik yang disampaikan Dewan Pers maupun media massa harus tetap berlandaskan objektivitas, etika, dan kepentingan publik.

"Kita menyampaikan dengan pegangan yang objektif, etis, konstruktif, dan edukatif untuk kepentingan kita semuanya," pungkasnya.

Dalam konferensi pers ini dihadiri juga oleh Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, serta jajaran anggota Dewan Pers

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas