STIK Lemdiklat Polri Siap Bertransformasi Jadi Universitas Kepolisian, Terbuka Untuk Sipil
STIK tengah menyiapkan transformasi kelembagaan menjadi Universitas Kepolisian yang nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Polri
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Universitas Kepolisian nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum
- Universitas Kepolisian nantinya diharapkan dapat mengakomodasi tidak hanya anggota Polri
- Komjen Panca mengatakan pendidikan di STIK merupakan bagian dari upaya Polri meningkatkan kapasitas dan kapabilitas personel agar mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri tengah menyiapkan transformasi kelembagaan menjadi Universitas Kepolisian (Unipol) yang nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.
Hal itu disampaikan Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Panca Putra Simanjuntak usai menghadiri Dies Natalis ke-80 STIK Lemdiklat Polri, penutupan pendidikan, dan wisuda Program Sarjana (S-1), Magister (S-2), serta Doktoral (S-3) di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, pengembangan STIK menjadi Universitas Kepolisian merupakan bagian dari upaya Polri meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menyesuaikan kebutuhan pendidikan di bidang keamanan dan kepolisian.
"Bapak Kapolri mengingatkan bagaimana proyeksi ke depan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kami bahas," ujar Panca.
Ia menjelaskan, Universitas Kepolisian nantinya diharapkan dapat mengakomodasi tidak hanya anggota Polri, tetapi juga masyarakat yang ingin mempelajari isu-isu keamanan, ketertiban, dan kepolisian dari perspektif akademik.
"Universitas Kepolisian ini diharapkan dapat mengakomodasi tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin mengenyam ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan bisa belajar di lembaga ini," katanya.
Baca juga: Sidang Doktoral STIK, Bamsoet Soroti Lemahnya Kewenangan Kompolnas
Dalam kesempatan tersebut, STIK Lemdiklat Polri juga mewisuda sebanyak 289 peserta didik yang terdiri dari Program Sarjana Ilmu Kepolisian, Magister Ilmu Kepolisian, dan Program Doktoral.
Komjen Panca mengatakan pendidikan di STIK merupakan bagian dari upaya Polri meningkatkan kapasitas dan kapabilitas personel agar mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.
"Kami berharap para lulusan memiliki pengetahuan dan kapabilitas yang dapat memenuhi harapan masyarakat melalui pendekatan keilmuan yang diperoleh selama mengikuti pendidikan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Eko Rudi Sudarto mengatakan Dies Natalis tahun ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan perayaan 80 tahun berdirinya pendidikan tinggi kepolisian di Indonesia.
Baca juga: Bupati Nagan Raya Apresiasi Mahasiswa STIK-PTIK, Serahkan Piagam atas Pengabdian Pascabencana
Akademi Kepolisian pertama kali didirikan pada 17 Juni 1946 di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya para pendiri bangsa membangun institusi kepolisian yang profesional dan berwawasan kebangsaan.
"Hari ini tepat 80 tahun usia pendidikan kepolisian. Kami terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan transformasi menuju Universitas Kepolisian," kata Eko.
Ia menambahkan, konsep Universitas Kepolisian sejalan dengan kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan yang bersifat terbuka dan inklusif.
"Ilmu tidak boleh bersifat eksklusif, ilmu harus inklusif dan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat," tuturnya.
Irjen Eko berharap pengembangan Universitas Kepolisian dapat memperkuat peran lembaga pendidikan Polri dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Meski demikian waktu realisasi pasti transformasi masih belum diungkap, diperlukan political will hingga kesiapan anggaran.