Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Incar Pasar Afrika, Ejara Kamerun Tawarkan Layanan Kripto dan Investasi Berbahasa Prancis

Saat ini Ejara memiliki lebih dari 8.000 pengguna dari Kamerun, Pantai Gading, Burkina Faso, Mali, Guinea, dan Senegal,

Incar Pasar Afrika, Ejara Kamerun Tawarkan Layanan Kripto dan Investasi Berbahasa Prancis
International Investment
Ilustrasi aset kripto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, YAOUNDE - Saat pasar cryptocurrency di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) semakin cuan, pengadopsian cryptocurrency di Afrika justru bervariasi secara regional.

Negara-negara dengan mata uang yang saat ini tidak stabil seperti Naira Nigeria melihat penggunaan crypto sangat berpeluang besar, sedangkan wilayah lain yang menggunakan Francophone Africa (franc CFA) kurang mengadopsi crypto.

Sebuah wilayah dengan lebih dari 200 juta orang yang menggunakan franc CFA adalah salah satu pasar paling ramah crypto di Afrika.

Baca juga: Tajir Melintir, 6 Miliarder Kripto Ini Gabung ke Jajaran Orang Terkaya di Dunia, Simak Profilnya

Namun hanya beberapa pemain yang mengambil keuntungan dari pasar.

Oleh karena itu, Ejara, sebuah perusahaan berusia satu tahun yang didirikan oleh Nelly Chatue-Diop, telah mengumpulkan 2 juta dolar AS untuk merintis penggunaan crypto dan layanan investasi di wilayah tersebut.

CoinShares Ventures dan Anthemis Group memimpin putaran ini, mereka bergabung dengan Mercy Corps Ventures, Lateral Capital, LoftyInc Capital dan NetX Fund.

Baca juga: BMW Berinvestasi di Startup Teknologi Lithium, Lilac Solutions

Selain itu, dua investor lainnya, Pascal Gauthier dari Ledger dan Jason Yanowitz dari Blockworks serta sebuah lembaga dana sosial sindikat pun turut berpartisipasi.

Founder dan CEO Ejara, Chatue-Diop tumbuh di Douala, Kamerun, keluarganya mengalami peristiwa yang kemudian mengubah hidup mereka saat Prancis mendevaluasi franc CFA pada 1994.

Menurutnya, ini menjerumuskan keluarganya dan jutaan orang lainnya ke dalam krisis keuangan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas