Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pengiriman Uang Kripto Jadi Penyelamat bagi yang Paling Rentan di Dunia

Crypto akan menjadi semakin diperlukan karena mata uang lokal di Afghanistan dan di tempat lainnya menjadi tidak hanya sulit untuk diakses

Pengiriman Uang Kripto Jadi Penyelamat bagi yang Paling Rentan di Dunia
IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Pengiriman uang Cryptocurrency adalah penyelamat bagi warga Afghanistan setelah 'penarikan diri' secara tiba-tiba yang dilakukan Amerika Serikat (AS) menyebabkan Western Union menghentikan operasi untuk sementara dan bank-bank di negara itu sangat membatasi penarikan.

Saat regulator di negara-negara sumber pengiriman uang seperti AS dan Inggris mengalihkan pandangan mereka pada crypto, mereka harus mengingat betapa sangat diperlukannya mata uang tersebut bagi beberapa orang yang paling rentan di dunia.

Baca juga: Bank of America Identifikasi 20 Perusahaan Terkemuka AS dengan Eksposur Kripto

Crypto akan menjadi semakin diperlukan karena mata uang lokal di Afghanistan dan di tempat lainnya menjadi tidak hanya sulit untuk diakses, namun juga tidak dapat diandalkan sebagai penyimpan nilai.

Konflik ini tentunya memicu inflasi yang membuat mata uang menjadi kurang berharga, bahkan tidak berharga.

Dikutip dari laman Techcrunch, Minggu (10/10/2021), dengan pengambilalihan pemerintahan Afghanistan yang dilakukan oleh Taliban, maka dampaknya adalah pembekuan pada sistem keuangan negara itu.

Bantuan asing pun telah dihentikan, padahal menurut Bank Dunia, ini merupakan sekitar 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Afghanistan.

Baca juga: Incar Pasar Afrika, Ejara Kamerun Tawarkan Layanan Kripto dan Investasi Berbahasa Prancis

Demikian pula, cadangan devisa bank sentral Afghanistan yang telah dibekukan, yakni sekitar 9 miliar dolar AS.

Terlebih lagi, sebagai tanggapan atas pengambilalihan pemerintahan oleh Taliban dan negara-negara Barat yang menghentikan bantuan asing, perusahaan pengiriman uang internasional seperti Western Union dan MoneyGram pun menutup layanan mereka.

Ini membuat rata-rata warga Afghanistan tidak dapat melakukan penarikan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas