Tribun

Putin Menyebut Mata Uang Kripto Tidak Stabil Jika Digunakan Untuk Menyelesaikan Kontrak Minyak

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, mata uang kripto terlalu tidak stabil jika digunakan untuk menyelesaikan kontrak minyak.

Editor: Hendra Gunawan
Putin Menyebut Mata Uang Kripto Tidak Stabil Jika Digunakan Untuk Menyelesaikan Kontrak Minyak
AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, MOSCOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, mata uang kripto terlalu tidak stabil jika digunakan untuk menyelesaikan kontrak minyak.

Meskipun demikian, mereka masih layak mendapat tempat sebagai alat pembayaran.

Hal tersebut dikatakan Putin saat membuat pernyataan dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang diterbitkan di situs Kremlin.

Dirinya ditanya apakah bisa melihat kontrak minyak dalam mata uang kripto, bukan dolar di masa depan.

Baca juga: Akhir Tahun Ini, Harga Bitcoin Diprediksi Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa, Tertarik Koleksi?

Rusia sendiri sejak bertahun-tahun berusaha untuk menurunkan ketergantungannya pada dolar AS, yang secara luas digunakan untuk menyelesaikan kontrak minyak.

Namun, upaya tersebut belum berhasil mencapainya dalam skala besar meskipun beberapa perusahaan telah beralih ke perdagangan komoditas dalam euro.

“Terlalu dini untuk membicarakan hal itu untuk saat ini, karena cryptocurrency tentu saja dapat menjadi unit pembayaran, tetapi sangat tidak stabil," ucap Putin seperti dikutip Tribunnews dari Reuters, Jumat (15/10/2021).

"Untuk mentransfer dana dari satu tempat ke tempat lain, ya, tetapi saya pikir masih terlalu dini untuk berdagang, terutama untuk berdagang energi. Sumber daya," sambungnya.

Baca juga: Bitcoin Disebut Tidak Memiliki Nilai Intrinsik, Regulator Harus Mengaturnya

Rusia membawa peraturan uang kripto tahun ini dan telah membuatnya ilegal untuk membayar barang dan jasa dalam cryptocurrency di negara itu, meskipun legal untuk berinvestasi di dalamnya.

"Ini memiliki tempat untuk eksis dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran, tentu saja, tetapi perdagangan minyak, katakanlah, atau bahan utama dan sumber energi lainnya - tetap saja, menurut saya, masih terlalu dini untuk membicarakannya. ini," kata Putin.

Baca juga: Ini Penyebab Harga Bitcoin Kembali Naik ke Level 40 Ribu Dolar AS

Bank sentral mengatakan orang Rusia yang berinvestasi dalam cryptocurrency berpotensi menjadi masalah yang signifikan.

Ini menunjukkan kurangnya transparansi di pasar kripto serta risiko kripto yang terlibat karena volatilitas di sana.

Meskipun Rusia dapat bergerak untuk melarang pembelian kripto, Rusia masih dapat membeli mata uang melalui perantara asing, kata bank tersebut.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas