Tribun

CEO Bukalapak Bicara soal IPO, Pecah Rekor Pengumpulan Dana Hingga Turunnya Harga Saham

Kaimuddin memenuhi janjinya dengan membawa Bukalapak ke publik, menjadi unicorn Indonesia pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Editor: Sanusi
CEO Bukalapak Bicara soal IPO, Pecah Rekor Pengumpulan Dana Hingga Turunnya Harga Saham
Reynas Abdila
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin 

Kaimuddin juga berbicara tentang bagaimana Bukalapak berhasil mentransisikan kepemimpinan perusahaan dari tim pendiri menjadi eksekutif profesional.

Menurut Kaimuddin, memiliki profesional di perusahaan dapat membawa pengalaman dan perspektif bertahun-tahun dari organisasi lain. Namun, mereka tidak akan memiliki tingkat pengetahuan rinci yang sama tentang perusahaan sebagai pendiri.

“Keputusan di Bukalapak adalah kami ingin dikelola secara profesional, tetapi prosesnya terhuyung-huyung,” kata Kaimuddin.

Pada tahun 2016, Bukalapak merekrut Willix Halim, mantan wakil presiden di perusahaan rintisan Freelancer yang berbasis di Australia. Dua tahun kemudian, perusahaan menerbangkan Teddy Oetomo dan Natalia Firmansyah, diikuti oleh Kaimuddin pada awal 2020.

CEO Bukalapak juga memberikan saran kepada pendiri lain yang mengincar IPO sebagai strategi keluar, mengatakan bahwa situasinya akan berbeda, terutama dengan perhatian dari regulator dan investor. Kaimuddin menambahkan, setiap langkah perusahaan akan segera dinilai, sehingga perlu terus bekerja dan berbenah di tengah lingkungan seperti itu.

“Ini bukan akhir dari perjalanan, tapi ini adalah awal dari kehidupan baru,” pungkasnya.

Sejarah

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi era baru bagi pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, pertama kalinya sebuah perusahaan startup teknologi unicorn secara resmi mencatatkan sahamnya di BEI.

"Selain itu, dengan jumlah dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 21,9 triliun, menjadikan IPO Bukalapak sebagai yang terbesar dalam sejarah bursa saham di Indonesia," ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (6/8/2021).

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas