Tribun

Amerika Serikat Sita Mata Uang Kripto Senilai 30 Juta Dolar AS dari Peretas Korea Utara

Penyitaan tersebut mewakili sekitar 10 persen dari total dana yang dicuri pada bulan Maret lalu yaitu 600 juta dolar AS dari Ronin Network

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Amerika Serikat Sita Mata Uang Kripto Senilai 30 Juta Dolar AS dari Peretas Korea Utara
Foto Mainichi
Ilustrasi peretas. Amerika Serikat (AS) menyita crypto currency atau mata uang kripto senilai 30 juta dolar AS yang dicuri oleh kelompok peretas Korea Utara, Lazarus Group dari game online populer Axie Infinity. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyita crypto currency atau mata uang kripto senilai 30 juta dolar AS yang dicuri oleh kelompok peretas Korea Utara, Lazarus Group dari game online populer Axie Infinity.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur perusahaan analitik blockchain Chainalysis, Erin Plante pada Kamis (8/9/2022) dalam acara AxieCon yang diadakan di Barcelona, Spanyol.

“Dengan bantuan penegak hukum dan organisasi terkemuka di industri crypto currency. Crypto currency senilai lebih dari $30 juta yang dicuri oleh peretas yang terkait dengan Korea Utara telah disita. Ini menandai pertama kalinya crypto currency yang dicuri oleh kelompok peretas Korea Utara disita, dan kami yakin itu bukan yang terakhir,” kata Erin Plante, yang dikutip dari Bitcoin News.

Baca juga: Peretas Curi 29 NFT Moonbirds Senilai 1,5 Juta Dolar AS

Penyitaan tersebut mewakili sekitar 10 persen dari total dana yang dicuri pada bulan Maret lalu yaitu 600 juta dolar AS dari Ronin Network, sebuah sidechain yang dibangun untuk game play-to-earn Axie Infinity.

Plante menjelaskan, Chainalysis terlibat dalam penyitaan tersebut dengan memanfaatkan “teknik penelusuran lanjutan untuk mengikuti dana curian" dan bekerja sama dengan penegak hukum serta pelaku industri kripto untuk segera membekukan dana.

Peretas kemudian melakukan dua transaksi penarikan, satu untuk 173.600 ether (ETH) dan lainnya untuk 25,5 juta USD Coin (USDC). Chainalysis mencatat, Lazarus mencuci dana curian ini menggunakan “lebih dari 12.000 alamat kripto yang berbeda".

Koin ETH yang dicuri kemudian disimpan ke dalam mixer privasi populer Tornado Cash, kata Chainalysis. Saat ini, Tornado Cash telah dijatuhi sanksi oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS.

“Lazarus Group telah pindah dari mixer Ethereum yang populer, alih-alih memanfaatkan layanan defi (keuangan terdesentralisasi) ke chain hop, atau beralih di antara beberapa jenis cryptocurrency dalam satu transaksi," ungkap Chainalysis.

Plante dan perusahaannya memperkirakan sejauh tahun ini, Lazarus Group telah mencuri cryptocurrency senilai 1 miliar dolar AS dari protokol DeFi.

"Kami memperkirakan bahwa sejauh ini pada tahun 2022, grup yang terkait dengan Korea Utara telah mencuri sekitar $1 miliar cryptocurrency dari protokol defi," ujar Plante.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas