Tribun

Ratu Elizabeth II Meninggal

Pasar Kripto Dibanjiri Token NFT Ratu Elizabeth II, Kenang Kematian Queen Britania Raya

Ratu Inggris Elizabeth II meninggal pada Kamis (8/9/2022) sore di Skotlandia setelah memimpin monarki Inggris selama 70 tahun.

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pasar Kripto Dibanjiri Token NFT Ratu Elizabeth II, Kenang Kematian Queen Britania Raya
Cointelegraph
Pasar cryptocurrency langsung dibanjiri puluhan memecoin dan NFT bergambar wajah Ratu Elizabeth II setelah sang ratu meninggal dalam usia 96 tahun, Kamis (8/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Pasar cryptocurrency langsung dibanjiri puluhan memecoin dan NFT bergambar wajah Ratu Elizabeth II setelah sang ratu meninggal dalam usia 96 tahun, Kamis kemarin (8/9/2022).

Ratu Inggris Elizabeth II meninggal pada Kamis (8/9/2022) sore di Skotlandia setelah memimpin monarki Inggris selama 70 tahun. Berita kematian sang Ratu tak hanya menjadi duka bagi rakyat Inggris namun juga bagi masyarakat dunia.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum Ratu Elizabeth II dikebumikan, selama enam jam terakhir beberapa para ahli crypto diketahui telah meluncurkan 40 token NFT bertema Ratu Elizabeth II di jaringan Ethereum dan Binance Smart Chain.

Diantaranya, token Queen Elizabeth Inu, Save the Queen, London Bridge is Down, Queen Grow, Queen Doge, Rip Queen Elizabeth, serta Elizabeth II, dan Queen Inu II.

Meski baru dirilis kurang dari 24 jam di platform jual beli token digital DexScreener, sederet token ini mulai ramai diburu oleh para investor dunia.

Misalnya, token paling likuid “Save The Queen” dan “Queen Elizabeth Inu”  yang sukses mencatatkan lonjakan volume perdagangan hingga proses transaksinya meningkat masing-masing sebesar 1,517 persen dan 23,271 persen, setelah dirilis pada perdagangan Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Coinbase Luncurkan Token ERC20 Menjelang Ethereum Merge

Menyusul yang lainnya koin “Ratu Elizabeth Inu” dan “Elizabeth” juga ikut terkerek naik hingga masing – masing memiliki likuiditas senilai 17.000 dan 204.000 dolar AS.

Sementara koleksi NFT bertajuk “QueenE DAO Collection” tampaknya juga mengalami peningkatan dalam penjualan.

Token digital ini memiliki tawaran tertinggi diantara token Ratu  Elizabeth lainnya, yaitu dibandrol seharga 0,5 ETH atau sekitar 825 dolar AS per token.

Tak hanya pasar digital DexScreener yang mengalami lonjakan permintaan, mengutip dari Cointelegraph platform jual beli kripto lainnya yaitu OpenSea belakangan juga ramai diserbu NFT Ratu Elizabeth, tercatat selama beberapa jam terakhir setidaknya ada Ada 520 NFT yang telah meluncur dalam pasar ini.

Baca juga: Elliptic : Dalam Tujuh Bulan Jumlah Token Digital Yang Dicuri Tembus 100 Miliar Dolar AS

Meski saat ini popularitas token Ratu Elizabeth tengah bull dan naik daun, namun 135.000 komunitas yang anti akan industri kripto memperingatkan agar investor berhati – hati sebelum membeli token tersebut.

Mereka khawatir apabila kenaikan harga NFT bertema Ratu Elizabeth merupakan bagian dari teknik penipuan Pump and Dump.

Dimana koin digital yang namanya masih awan ditelinga ini di dongkrak naik hingga harganya melonjak, setelah nama koin ini melejit dan harganya yang tiba-tiba tinggi, individu atau kelompok tertentu menjual aset kripto mereka, hingga menimbulkan harganya jatuh, alias dump. Mirip dengan token  Squid Games  yang jatuh dan terbakar pada Oktober tahun lalu usai harga melompat jauh.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas