Tribun

Jadi Korban Dark Tracer, Platform Kripto Indodax Pilih Tempuh Jalur Hukum

Platform kripto Indodax melaporkan akun twitter Dark Tracer: DarkWeb Criminal Intelligence ke pihak berwajib.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Jadi Korban Dark Tracer, Platform Kripto Indodax Pilih Tempuh Jalur Hukum
Shutterstock
Ilustrasi aset kripto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Platform kripto Indodax melaporkan akun twitter Dark Tracer: DarkWeb Criminal Intelligence ke pihak berwajib.

Manajemen Indodax melaporkan hoaks yang disebar oleh Dark Tracer di akun twitternya mengenai isu peretasan yang dialami Indodax beberapa waktu lalu.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengungkapkan langkah ini dilakukan karena hoaks yang dihembuskan oleh postingan Dark Tracer telah menciderai citra Indodax sebagai perusahaan kripto terpercaya.

Selain itu, postingan tersebut juga membuat keresahan bagi member Indodax dan seluruh pegiat kripto dan blockchain di Tanah Air, bahkan luar negeri.

Baca juga: Harga Mata Uang Kripto Terus Merosot, Bitcoin Kini di Posisi 18.000 Dolar AS

“Langkah ini akhirnya kami lakukan setelah kami berkonsultasi dengan pihak hukum. Kami selaku manajemen Indodax menilai bahwa Dark Tracer menyebarkan isu yang tidak benar tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada kami,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, unggahan isu hoax di akun sosial media dari Dark Tracer merugikan Indodax.

“Sejak awal Indodax berdiri, kami selalu berfokus pada keamanan dań kenyamanan member kami,” lanjut Oscar.

Indodax sudah menjamin kerahasiaan dan keamanan data member dengan memegang tiga sertifikasi ISO sekaligus yaitu ISO 9001, ISO 27001, dan ISO 27017.

Indodax juga menetapkan sistem MFA (Multi Factor Authentication) serta menggunakan teknologi MPC (multi-party computation) dan TAP (Transaction Authorization Policy) untuk mengamankan aset member agar tidak dapat diakses tanpa persetujuan member tersebut.

“Dengan sistem tersebut kami lakukan demi proteksi penuh member. Berhubungan dengan kasus isu hoaks twitter kemarin, saya membantah hal tersebut karena kami sudah pastikan bahwa server Indodax aman dan tidak ada data leaked sebesar 50.000 dari server Indodax seperti yang diberitakan,” jelas Oscar.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas