Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Otomotif
LIVE ●

Kementerian Kelautan dan Perikanan Luncurkan Motor Berpendingin

Sebuah sepeda motor beroda tiga dilengkapi kotak pendingin (cool box) berukuran besar menjadi pusat perhatian dalam pameran

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah sepeda motor beroda tiga dilengkapi kotak pendingin (cool box) berukuran besar menjadi pusat perhatian dalam pameran bertajuk Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, di Hotel Park, Jl. DI Panjaitan Kav. 5, Cawang, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (5/6/2013).

Motor yang satu ini didominasi warna biru putih. Dan kotak besar yang menempel di jok belakangnya berfungsi untuk mendinginkan, membekukan, dan mengawetkan produk ikan atau ikan olahan, layaknya lemari pendingin (kulkas).

Balai Besar Pengembangan dan Pengendalian Hasil Perikanan (BBP2HP) Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Ditjen P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutnya sebagai Motor Roda Tiga Berpendingin.

"Bisa juga disebut Sarana Pendingin Bergerak atau singkatnya SPG," kata Harinto Wibowo, Kepala BBP2HP Ditjen P2HP KKP, Rabu.

Kepada pengunjung termasuk Direktur Jenderal P2HP KKP Saut P Hutagalung, Harinto memperkenalkan SPG ini sebagai karya inovatif tim dari instansinya, yang berfungsi sebagai sarana pemasaran bergerak untuk memasarkan produk ikan segar,  ikan  beku  atau  ikan olahan. SPG itu dilengkapi cool box yang dapat mempertahankan ruang  penyimpanan pada suhu sekitar minus 16 derajat Celcius.

"Sehingga bisa menyimpan produk-produk beku yang daya awetnya tahunan, bisa satu tahun lebih atau bahkan dua tahun," katanya.

Keunggulan lainnya, kata dia, cool box SPG tersebut menggunakan dua sumber daya, listrik, dan motor itu sendiri. Bahkan, bisa juga menggunakan genset. Hebatnya lagi, cool box berdimensi 163 x 126 x 126 cm3 itu mampu menampung muatan hingga 500 kg.

Rekomendasi Untuk Anda

"SPG ini adalah pengembangan dari alat serupa yang sudah berjalan sebelumnya. Di mana yang sebelumnya, itu hanya menggunakan motor tidak bisa menggunakan listrik, dan suhunya hanya 5°C," ujar Harinto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas