Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Otomotif
LIVE ●

Cara Mazda Selamatkan Mesin Rotary dari Kepunahan

Mazda memperkenalkan Rotary Engine Range Extender (RE Range Extender) buat Mazda2.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Cara Mazda Selamatkan Mesin Rotary dari Kepunahan
ist

TRIBUNNEWS.COM, YOKOHAMA – CEO Mazda Motor Corporation, Masamichi Kogai, pernah mengatakan tidak ada ruang lagi buat mesin rotary pada masa depan Mazda. Salah satu syarat yang tidak bisa dipenuhi adalah jaminan pemasaran 100.000 unit per tahun bila diputuskan diproduksi secara massal.

Selain itu, regulasi emisi makin ketat, yang saat ini adalah Euro 5. Namun, para ilmuwan tidak menyerah. Mereka punya satu solusi menyelamatkan mesin rotary dari kepunahan, dengan meminjam Mazda2 sebagai "induk".

Diberitakan Autonews, pekan lalu, Mazda memperkenalkan Rotary Engine Range Extender (RE Range Extender) buat Mazda2. Varian baru yang masih prototipe ini mengenakan sistem penggerak baru berupa plug-in hybrid.

Ini merupakan gabungan motor listrik 75 Kw buat menggerakan roda depan, dan mesin rotary bensin 0,33 liter untuk menyuplai energi cadangan pada baterai lithium ion. Dikatakan, metode seperti ini sudah pernah digunakan pada mesin Chevrolet Volt.

Yang menjadi ide utama adalah menyelesaikan salah satu masalah yang dihadapi motor listrik, yaitu kehabisan tenaga dan tidak ada stasiun pengisian ulang terdekat. Kendati memiliki versi electric vehicle (EV) buat Mazda2 yang bisa menjelajah 200 km mengandalkan tenaga listrik, RE Range Extender dikatakan mampu berjalan dua kali lipat jarak tempuh, menggunakan 10 liter bahan bakar.

RE Range Extender memilik banyak keunggulan, di antaranya mampu konsisten menghemat bahan bakar jika berjalan dalam kondisi optimal, tidak berisik dan minim getaran, lebih banyak pilihan bahan bakar, serta punya ukuran relatif kecil dan bisa dibenamkan di beberapa model bodi.

Meski tidak dijelaskan apakah unit ini diproduksi massal, Kogai masih berpegang pada alasan sentimental. "Kami yang pertama dan satu-satunya pabrikan yang mengomersialkan mesin rotary. Dalam pandangan itu, kami punya tanggung jawab," kata Kogai.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas