Tribun Otomotif

AHM Kritik Tuduhan Kartel KPPU, Tegaskan Tak Mungkin Turunkan Harga Jual Skutik

"Banyak faktor yang menentukan harga motor saat ini. Mulai biaya produksi dan beragam biaya perpajakan yang dibayarkan ke kas negara."

Penulis: Choirul Arifin
AHM Kritik Tuduhan Kartel KPPU, Tegaskan Tak Mungkin Turunkan Harga Jual Skutik
ISTIMEWA
Honda BeAT eSP 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Astra Honda Motor (AHM) membantah melakukan praktik kartel harga dengan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Indonesia (YIMM) dalam penjualan skutik 125 cc di Indonesia yang menyebabkan kerugian bagi konsumen karena mereka harus membeli skutik di kelas tersebut dengan harga lebih mahal dari seharusnya seperti tuduhan dan putusan sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

"Kami membantah tuduhan (melakukan praktikl kartel harga oleh) KPPU tersebut. Tuduhan tersebut tidak benar. Vonis KPPU juga belum memiliki kekuatan hukum tetap Karena itu AHM akan melakukan banding ke proses pengadilan yang lebih tinggi," kata Deputy Head of Corporate Communication PT Astra Honda Motor Ahmad Muhibbuddin dalam surat bantahannya kepada Tribunnews, Jumat (3/3/2017).

Dalam sidang putusannya Gedung KPPU, Jalan Ir H Juanda, Jakarta, Senin 20 Februari 2017, Ketua Majelis Komisi, Tresna Priyana Soemardi mengatakan AHM dan YIMM. 

Keduanya terbukti melanggar Pasal 5 Ayat (1) UU 5/1999 tentang praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam industri skuter matik 110 dan 125 CC di Indonesia.

Berdasarkan fakta, penilaian, dan analisis yang dilakukan investigator, KPPU menyatakan jika keduanya telah terbukti melakukan tindakan kartel.

Kepada Yamaha KPPU menetetapkan denda sebesar Rp 25 miliar, sedangkan kepada Honda KPPU membebankan denda yang harus dibayarkan sebesar Rp 22,5 miliar.

"Proses hukum sedang berlangsung dan kami menolak apa yang dituduhkan KPPU. Karena itu, kami berharap semua pihak menunggu keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Karena pada faktanya apa yang dituduhkan KPPU tersebut sama sekali tidak benar," ungkap Muhibbuddin.

Tak Mungkin Turunkan Harga 

Soal kemungkinan menurunkan harga jual sepeda motor pasca-terbitnya putusan KPPU ini, Muhibbudin menyatakan tidak ada rencana ke arah sana.

"Karena harga saat ini sudah kompetitif sesuai dengan produk dan teknologi yang ada pada sepeda motor. Banyak faktor yang menentukan harga motor saat ini. Mulai biaya produksi dan beragam biaya perpajakan yang dibayarkan ke kas negara," ungkap Ahmad Muhibbuddin

Baca: KPK : Kartel Yamaha dan Honda Rugikan Masyarakat

"Harga motor saat ini sudah sangat kompetitif dan ini terbukti dengan berhasilnya motor produksi Indonesia di pasar ekspor. Kami menghormati keputusan KPPU meski dari awal kami sudah membantah materi yang dituduhkan. Tidak ada kartel dan kesepakatan pengaturan harga," imbuhnya.

Muhibbuddin juga menegaskan, dalam persidangan juga terlihat fakta hukum yg diajukan investigator lemah dan tidak berdasar, termasuk bukti komunikasi menggunakan email yang tidak pernah terjadi antara Yamaha dan Honda.

"Yang ada hanya komunikasi internal Yamaha," tandasnya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas