Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Respons Toyota Setelah Avanza Resmi Tumbang dari Xpander

Xpander fenomenal sebab pada Februari lalu bisa mengambil mahkota Avanza yang selama ini terjual paling laris.

Respons Toyota Setelah Avanza Resmi Tumbang dari Xpander
Tribunnews/JEPRIMA
Deretan mobil Mistubishi Xpander yang telah selesai perakitannya di Pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) Cikarang, Jawa Barat, Selasa (3/10/2017). Kendaraan model MPV ini dirancang seiring meningkatnya permintaan konsumen Indonesia terhadap kendaraan berkualitas tinggi. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di antara semua model LMPV, terhitung sejak 2004, awalnya hanya Avanza dan kembarannya, Daihatsu Xenia, yang berpenggerak roda belakang.

Walau rival berpenggerak roda depan satu per satu datang sejak masa Suzuki Ertiga, Avanza masih perkasa. Sampai akhirnya Mitsubishi Xpander datang.

 Xpander fenomenal sebab pada Februari lalu bisa mengambil mahkota Avanza yang selama ini terjual paling laris.

Belum pernah ada model LMPV lain yang bisa melakukannya.

Pemisahan bisnis mobil penumpang dan komersial Mitsubishi, pembenahan jaringan diler, didukung konsep MPV menjurus SUV, tampang “X” lambang modern, ditambah kucuran promosi besar-besaran adalah menu bergizi sehat yang bikin Xpander gemuk di pasaran.

Pada Februari, Xpander unggul sebab terjual 7.400 unit, sedangkan Avanza 6.773 unit. Bukan hanya pada bulan itu, skor sementara Xpander sejak Januari juga di atas Avanza (14.316 unit), yaitu 14.479 unit.

Baca: Beli Produk Levis di Shopee Cukup Bayar Setengah Harga

Fransiscus Soerjopranoto, Excecutive General Manager Toyota Astra Motor menyadari ribut-ribut soal penjualan Avanza dilewati Xpander.

Namun menurut dia, buat pihak Toyota, hal itu bukan masalah. “Tidak apa-apa Avanza cuma 6.000-an, enggak masalah. Tidak mungkin konsumen itu kami tinggalkan,” ujar Soerjopranoto saat dihubungi, Rabu (22/3/2018).

TAM memilih Avanza lebih baik punya basis konsumen stabil ketimbang harus berspekulasi ganti desain mengikuti zaman seperti Xpander dan meninggalkan profil konsumen lama.

Sejak awal Avanza dirancang sebagai kendaraan fungsional buat jalan-jalan Indonesia. Belum tentu volume 6.000-an unit itu tercapai jika Avanza berpenggerak roda depan.

Lagipula buat MPV bergaya SUV, Toyota sudah punya Rush yang baru saja dapat perubahan besar.

Pada saat Avanza turun, penjualan Rush malah naik dua kali lipat pada awal tahun ini. Soerjopranoto menjelaskan sedang mempelajari apakah Rush mempengaruhi penjualan Avanza atau memang hanya karena kompetitor Xpander.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Xpander Rampas Gelar Avanza, Toyota Sebut Tidak Masalah" 

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas