Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Buka Keran Impor Mobil Listrik

"Untuk tahap awal akan diberikan kesempatan untuk melakukan impor dalam bentuk CBU tetapi dalam periode tertentu," ujar Airlangga

Pemerintah Buka Keran Impor Mobil Listrik
Tribunnews/JEPRIMA
Nissan Motors Indonesia menghadirkan mobil listrik Nissan Leaf pada ajang pameran GIIAS 2019, ICE BSD City, Tangerang, Sabtu (20/7/2019). Leaf yang bakal diboyong Nissan ke nusantara merupakan mobil listrik terlaris di dunia dengan penjualan 400 ribu unit sejak 2010. Tahun ini, Nissan telah memperkenalkan kendaraan listrik itu ke Australia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, dan Malaysia. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan memberikan kuota impor bagi perusahaan yang berkomitmen investasi mobil listrik di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas mengenai finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) mobil listrik. Izin impor akan diberikan dalam periode tertentu.

"Untuk tahap awal akan diberikan kesempatan untuk melakukan impor dalam bentuk CBU tetapi dalam periode tertentu," ujar Airlangga, Rabu (7/8/2019).

Pemberian izin impor tersebut diberikan berdasarkan kuota. Nantinya kuota yang diberikan akan berdasar pada investasi yang dibuat oleh industri tersebut.

Pemerintah memberikan kelonggaran dalam Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) selama tahap awal investasi. Airlangga bilang selama 3 tahun ke depan TKDN yang akan diterapkan sebesar 35%.

Ketentuan TKDN itu akan berlangsung hingga 2023. Setelah itu, TKDN mobil listrik akan dinaikkan sesuai dengan aturan yang ada seperti dalam ketentuan perjanjian kerja sama ekonomi komperhensif Indonesia - Australia (IA CEPA) sebesar 40%.

Hingga saat ini Airlangga bilang terdapat 3 hingga 4 perusahaan yang menyatakan komitmen untuk investasi di sektor mobil listrik. "Sekarang yang sudah ada 3 sampai 4 principal sudah menyatakan minat masuk ke electric vehicle, mereka semua targetnya 2022," terang Airlangga.

Perusahaan yang berinvestasi dalam mobil listrik juga akan mendapatkan fasilitas penghapusan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Hal itu akan dimasukkan dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 41 tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak.

Nantinya PPnBM untuk mobil listrik akan diperhitungkan berdasarkan emisi yang dihasilkan. Mobil dengan teknologi listrik yang emisinya nol maka akan membuat PPnBM ikut nol.

Tidak hanya mobil listrik, Airlangga juga bilang revisi akan melihat perkembangan teknologi ke depan. Termasuk mobil berbahan air (fuel cell) juga akan masuk dalam revisi PP tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas