Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Industri Otomotif Perlu Siapkan Skenario Terburuk Akibat Pandemi Covid-19

Komoditas batubara ikut menurun karena terbatasnya destinasi ekspor akibat Covid-19.

Industri Otomotif Perlu Siapkan Skenario Terburuk Akibat Pandemi Covid-19
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Suasana booth Renault di pameran otomotif GIIAS 2019, Sabtu (27/7/2019). 

Laporan Reporter Amalia Nur Fitri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - President of Indonesian Marketing Association (IMA) Suparno Djasmin, menyarakan pelaku industri otomotif menyiapkan skenario terburuk tahun ini di tengah penurunan penjualan mobil dan motor terdampak pandemi corona.

Suparno mengatakan ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh pelaku industri di tengah pandemi Covid-19.

Langkah tersebut di antaranya adalah akselerasi melalui teknologi untuk beradaptasi, mengendalikan cashflow atau pengeluaran, hingga menyiapkan skenario terburuk karena jatuhnya kemampuan daya beli masyarakat.

"Pandemi Covid-19 telah menyebabkan gelombang PHK, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sudah ada 3 juta pekerja yang di-PHK, sedangkan BPJS mengklaim ada 3,5 juta pekerja yang di-PHK sampai saat ini," jelas Suparno saat menjadi pembicara dalam acara Asia Marketing Day 2020 dengan tema The Consumer in the Age of Covid-19 yang berlangsung secara virtual, Rabu (27/5/2020).

Baca: Seperti Main Tebak-tebakan, Kebijakan Jokowi Soal Corona Dinilai Tidak Jelas

Ia juga berkata, tiap perusahaan perlu mengubah model bisnisnya dengan lebih jeli melihat kesempatan dan permintaan masyarakat, bersinergi dengan sesama pelaku bisnis, serta menyiapkan usaha ke era Post Normal.

Baca: Penumpang Penerbangan Domestik Tujuan Bandara Soetta Kini Wajib Miliki SIKM

Persiapan ini berkaitan dengan prediksi penurunan penjualan mobil dari 1,1 juta unit di tahun 2019, hingga hanya 600.000 unit sampai akhir 2020.

Penjualan motor juga diprediksi menurun dari 6,48 juta unit pada 2019, hanya menjadi 3 juta unit sampai akhir 2020.

Baca: Nggak Cuma di Bandara, Penumpang Kereta Jarak Jauh Tujuan Jakarta Juga Wajib Punya SIKM

Komoditas batubara ikut menurun karena terbatasnya destinasi ekspor akibat Covid-19.

"Dari data ini, maka tiap pelaku bisnis perlu mengambil takeaway untuk bertahan. Terakhir, selain berjuang mempertahankan bisnis, pelaku industri juga perlu memperhatikan pelanggan, kita harus lihat dan tolong menolong," ujarnya.

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Industri otomotif disarankan menyiapkan skenario terburuk 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas