Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bukan Lagi CEO, Ini Nama Jabatan Terbaru Elon Musk di Tesla

Miliarder asal Amerika Serikat Elon Musk diketahui tak lagi memegang jabatan CEO di perusahaan mobil listrik Tesla.

Bukan Lagi CEO, Ini Nama Jabatan Terbaru Elon Musk di Tesla
Instagram @elonmusk
Elon Musk 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Miliarder asal Amerika Serikat Elon Musk diketahui tak lagi memegang jabatan CEO di perusahaan mobil listrik Tesla.

Musk saat ini tak lagi berstatus chief executive officer. Ada pun jabatan baru itu tertulis "Technoking of Tesla".

Pergantian jabatan ini terungkap usai informasi pengajuan ke Securities and Exchange Commission (SEC) dilakukan pada Senin (15/3/2021).

Baca juga: Nggak Perlu Beli, Jajal Mobil Listrik Tesla Model X Bisa di Bandara Soekarno-Hatta

Usut punya usut, informasi ini hanya pergantian nama jabatan saja.

Nama Elon Musk tetap didapuk menjadi orang nomor satu di produsen mobil listrik terkemuka ini.

Tak hanya Musk, nama jabatan baru juga diberikan kepada Zach Kirkhorn.

Semula, jabatan Zach adalah chief financial officer kemudian beralih menjadi 'Master of Coin'.

Baca juga: Buka Suara soal Investasi Tesla, Luhut: Ini Bukan Negara Jelek, Tesla Masih Mengejar Kita

"Pergantian nama jabatan ini efektif mulai 15 Maret 2021, title Elon Musk dan Zach Kirkhorn telah berubah menjadi Technoking of Tesla dan Master of Coin," tulis Tesla dalam suratnya kepada SEC seperti dilansir dari CNBC International, Selasa (16/3/2021).

Hingga kini, belum ada informasi mengenai alasan Tesla merubah nama jabatan para petinggi perusahaan itu. Sebuah sumber menyebutkan, pada bulan lalu Tesla membeli 1,5 miliar dollar AS Bitcoin atau setara Rp 21 triliun.

Alasan pembelian Bitcoin itu merupakan diversifikasi investasi Tesla untuk memaksimalkan return uang tunai perusahaan.

Pandemi Covid-19 tak menjadi penghalang bagi Tesla yang sahamnya terus meroket. Tahun lalu saja, harga saham produsen mobil listrik ini meningkat hingga 700 persen.

Bahkan di bulan Januari 2021 kapitalisasi pasar Tesla sempat menyentuh di angka 800 miliar dollar AS.

Meski tren itu tak terulang di bulan Maret 2021, kapitalisasi pasar Tesla masih memiliki angka tinggi sekitar 563 miliar dollar AS. Beberapa analis telah menghubungkan harga saham Tesla dengan harga Bitcoin.

Pada Senin lalu, harga saham Tesla diperdagangkan secara global mulai dari 704 dollar AS per lembar saham.

Ikuti kami di
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas