Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Apa Itu STNK? Berikut Pengertian, Cara Mengurus STNK yang Hilang dan Syaratnya

Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi dokumen penting perlu dibawa saat berkendara, dokumen ini sebagai tanda kepemilikan kendaraan secara legal.

Apa Itu STNK? Berikut Pengertian, Cara Mengurus STNK yang Hilang dan Syaratnya
Grid.ID/Octa Saputra
Ilustrasi STNK sebagai kelengkapan kendaraan bermotor. Apa itu STNK? Berikut pengertian, cara mengurus STNK yang hilang dan syaratnya. 

Berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak dalam kondisi diblokir atau dalam pencarian.

Untuk ini, Anda harus melampirkan hasil cek fisik kendaraan.

c. Mengurus pembuatan STNK baru di Loket BBN II

Untuk mengurus pembuatan STNK baru sebagai pengganti STNK lama yang hilang, Anda harus menyerahkan semua berkas kelengkapan dan surat keterangan hilang dari SAMSAT di Loket BBN (Bea Balik Nama) II.

d. Membayar Pajak Kendaraan Bermotor

Membayar pajak kendaraan bermotor dilakukan jika belum membayar pajak tahunan untuk kendaraan bermotor Anda.

Jika Anda sudah membayar biaya pajak ini, maka bebas biaya pajak.

e. Membayar biaya pembuatan STNK baru

Biaya untuk penerbitan STNK yang tertera dalam Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak Polri berdasarkan PP No. 50 tahun 2010 adalah sebagai berikut:

- Kendaraan bermotor roda 2, roda 3, atau angkutan umum: Rp 50.000;

- Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih: Rp 75.000;

- Pengesahan STNK: Rp 0.

Mengambil STNK dan SKPD

Jika semua langkah sudah selesai dilakukan, Anda tinggal menyerahkan bukti pembayaran dari kasir ke bagian pengambilan STNK baru.

Lalu, tunggu panggilan untuk mengambil STNK dan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah) yang sudah jadi.

Ratusan pemilik kendaraan bermotor mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor baik mengurus STNK, BPKB maupun Bea Balik Nama (BBN) ruang pelayanan kantor  Bersama Samsat Samarinda Jalan Wahid Hasyim Samarinda, Senin (10/12/2018).
Ratusan pemilik kendaraan bermotor mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor baik mengurus STNK, BPKB maupun Bea Balik Nama (BBN) ruang pelayanan kantor Bersama Samsat Samarinda Jalan Wahid Hasyim Samarinda, Senin (10/12/2018). Apa Itu STNK? Berikut Pengertian, Cara Mengurus STNK yang Hilang dan Syaratnya. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Syarat dan Prosedur Pembuatan STNK Baru, dilansir ppid.semarangkota.go.id:

Syarat :

1. Atas Nama Perorangan

- Tanda jati diri yang sah (KTP, SIM, KITAS);

- Faktur;

- PIB (Pemberitahuan Impor Barang);

- Bukti hasil pemeriksaan fisik kendaraan;

- Kendaraan bermotor yang mengalami perubahan bentuk, harus dilampirkan surat - keterangan dari perusahaan karoseri yang mendapat izin;

- Surat keterangan bagi kenderaan bermotor angkutan penumpang umum;

- Sertifikat uji tipe, tanda bukti lulus uji tipe.

2. Atas nama Badan Hukum

- Salinan akte pendirian perusahaan;

- Keterangan domisili perusahaan;

- NPWP;

- Surat kuasa bermaterai, ditandatangani oleh pimpinan dan dibubuhi cap badan - hukum yang bersangkutan (diatas kop surat);

- Faktur;

- PIB (Pemberitahuan Impor Barang);

- Bukti hasil pemeriksaan fisik kendaraan;

- Kendaraan bermotor yang mengalami perubahan bentuk, harus dilampirkan surat - keterangan dari perusahaan karoseri yang mendapat izin;

- Surat keterangan bagi kenderaan bermotor angkutan penumpang umum;

- Sertifikat uji tipe, tanda bukti lulus uji tipe.

Prosedur :

1. Langkah-langkah pengesahan STNK baru adalah sebagai berikut:

- Datang ke Samsat dengan persyaratan lengkap;

- Mengisi formulir;

- Ke loket pendaftaran, persyaratan dan identitas kita sebagai pemilik kendaraan akan diteliti;

- STNK akan disahkan dan dicetak dengan komputer;

- Korektornya adalah Kanit Min Regident dan Kasi Pajak, kita akan diberitahu jika sudah selesai;

- Membayar ke kasir;

- STNK jadi dan akan diserahkan kepada kita.

2. Syarat/Dokumen yang dibutuhkan untuk pengesahan mencakup :

A. Perorangan

- Tanda Jati Diri yang sah + satu lembar fotokopi;

- STNK dan fotokopi;

- BPKB dan fotokopi;

- Surat pernyataan pemilik kenderaan bermotor bahwa tidak terjadi perubahan identitas pemilik atau spektek kendaraan bermotor.

B. Badan Hukum

- Salinan akte pendirian + 1 lembar fotokopi;

- Keterangan domisili;

- NPWP;

- Surat kuasa;

- STNK dan fotokopi;

- BPKB dan fotokopi;

- Surat pernyataan pemilik kenderaan bermotor bahwa tidak terjadi perubahan identitas pemilik atau spektek kendaraan bermotor.

C. Instansi Pemerintah (termasuk BUMN dan BUMD)

- Surat tugas/surat kuasa.

- STNK dan fotokopi.

- BPKB dan fotokopi.

- Surat pernyataan pemilik kenderaan bermotor bahwa tidak terjadi perubahan identitas pemilik atau spektek kendaraan bermotor.

D. Pengesahan oleh petugas, dilaksanakan secara :

- Manual dengan cap dan tanda tangan;

- Komputerisasi dengan menggunakan register komputer;

- Bukti pungutan PKB/BBN-KB, SWDKLLJ dan Premi Angsuran Jasa Raharja (khusus kendaraan umum) tahun sebelumnya.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS)

Berita lain terkait STNK

Ikuti kami di
Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas