Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gara-gara Baut Kaliper Kendur, Tesla Tarik Kembali 6.000 Unit Mobil Listriknya di AS

Baut kaliper yang kendur itu bisa berakibat fatal karena menyebabkan bagian kaliper berpotensi menyentuh pelek sehingga potensi kecelakaan

Gara-gara Baut Kaliper Kendur, Tesla Tarik Kembali 6.000 Unit Mobil Listriknya di AS
Tribunnews/Irwan Rismawan
Pengunjung mengamati mobil listrik Tesla Model 3 yang dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (20/4/2021). Sejumlah mobil listrik ditampilkan dalam pameran otomotif IIMS Hybrid 2021 yang berlangsung hingga 25 April 2021. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pabrikan mobil listrik milik miliarder Elon Musk, Tesla, melakukan penarikan kembali atau recall pada hampir 6.000 unit produknya di Amerika Serikat.

Penarikan kembali unit dilakukan lantaran ditemukan masalah pada kaliper rem mobil canggih itu. Recall terpakda dilakukan untuk dilakukan perbaikan pada komponen kaliper yang disebut mengalami baut kendur pada sistem pengereman mobil autonomus itu.

Penarikan ini diumumkan langsung oleh Tesla pada Selasa (1/6/2021).

Rinciannya, sebanyak 5.974 mobil dari Model 3 dengan tahun produksi 2019-2021 dan Model Y produksi 2020-2021.

"Baut kaliper rem mungkin kendur, tentu ini sangat berbahaya jika kaliper rem terpisah dan menyentuh pelek roda," tulis dokumen yang dikirim oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) ke Tesla, mengutip Reuters Jumat (4/6).

Baca juga: Akses Bantuan Token Listrik PLN Bulan Juni 2021 di Sini

Menurut NHTSA, baut kaliper yang kendur itu bisa berakibat fatal karena menyebabkan bagian kaliper berpotensi menyentuh pelek sehingga potensi kecelakaan sangat mungkin terjadi.

Bila kondisi itu terjadi, NHTSA menyebut akan meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan mengingat banyak fitur di mobil Tesla yang merenggut nyawa penggunanya.

Tesla mengumumkan belum ada laporan kecelakaan hingga memakan korban akibat masalah ini menurut dokumen NHTSA.

Baca juga: Bank DBS Beri Kemudahan Nasabah Berdonasi dan Berkontribusi Aktif di Lingkungan

Untuk mengidentifikasi masalah ini, Tesla akan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh pada unit yang tercatat memiliki masalah. Tesla akan menghubungi konsumen untuk mengunjungi bengkel Tesla terdekat untuk dilakukan perbaikan pada bagian kaliper rem mobil itu.

Kendurnya baut kalioer ini sebenarnya sudah dialami Tesla Model Y awal 2021. Namun, laporan resmi adanya permasalahan itu baru diumumkan secara resmi oleh NHTSA.

Ikuti kami di
Penulis: Fandi Permana
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas