Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Chandra Asri Sukses Kembangkan Resin PP Kopolimer untuk Kebutuhan Bumper Kendaraan

Chandra Asri Petrochemical Tbk sukses mengembangkan resin PP kopolimer inovatif untuk kebutuhan komponen kendaraan roda empat di Indonesia.

Chandra Asri Sukses Kembangkan Resin PP Kopolimer untuk Kebutuhan Bumper Kendaraan
IST
Resin polipropilena Trilene BI55GN ICP terbaru memadukan sejumlah keunggulan material sehingga ideal digunakan dalam pencetakan komponen kendaraan berukuran besar, seperti fasad bumper dan panel instrumen. 

Supriyanto menambahkan, produk terbaru ini melengkapi resin PP ICP lain buatan Chandra Asri yang telah banyak digunakan industri, yakni Trilene BI32AN, juga dikembangkan bersama Milliken.

Dengan flow-grade menengah (38 MFR), Trilene BI32AN memiliki fitur fisik unggulan dan stabilitas dimensional, serta cocok digunakan dalam beragam aplikasi, termasuk perlengkapan dan perangkat kebutuhan rumah tangga, serta banyak komponen otomotif.

Trilene BI32AN dinilai sebagai standar unggulan dalam produksi sepeda motor.

"Chandra Asri akan terus menjalankan pengembangan produk inovatif demi mengantisipasi tren pasar, memenuhi kebutuhan pelanggan, serta mendukung berbagai kebijakan pemerintah untuk menambah TKDN pada kendaraan buatan Indonesia," lanjut Hendra Gunawan.

Selama ini Chandra Asri telah memasok kebutuhan industri otomotif yang berkembang pesat di Indonesia dalam dekade terakhir. Setelah Thailand, Indonesia adalah produsen kendaraan bermotor yang terbesar di ASEAN.

Indonesia memproduksi hampir 1 juta mobil penumpang dan hampir 250.000 mobil niaga per tahun. Sektor otomotif sangat vital dalam perekonomian Indonesia dan berkontribusi lebih dari 10 persen terhadap produk domestik bruto nasional.

Pemerintah Indonesia baru menerapkan regulasi untuk menambah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada seluruh kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Langkah ini termasuk pengembangan kendaraan listrik (electronic vehicle/EV).

Tahun 2021 ini, setiap EV roda empat wajib memenuhi TKDN sebesar 35 persen dan angkanya akan meningkat hingga minimum 80% dalam beberapa tahun mendatang, tepatnya pada 2030.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas