Tribun Otomotif

Honda Akan Fokus Kembangkan Teknologi Bahan Bakar Fleksibel di India

Honda akan menerapkan teknologi bahan bakar fleksibel akan diterapkan bertahap di India berdasarkan pengalaman yang selama ini mereka dapat di Brasil

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Honda Akan Fokus Kembangkan Teknologi Bahan Bakar Fleksibel di India
TechMende
Honda akan mengadopsi teknologi baru seperti sistem bahan bakar fleksibel dan juga kendaraan listrik di India. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI – Honda Motorcycle and Scooter India (HMSI) resmi mengumumkan roadmap rencana masa depan bisnis otomotifnya di pasar India.

Dikutip dari Rushlane.com, Kamis (26/5/2022), salah satu bisnis masa depan yang akan dikembangkan adalah adopsi teknologi baru seperti sistem bahan bakar fleksibel dan juga kendaraan listrik.

Honda menyatakan, teknologi bahan bakar fleksibel akan diterapkan bertahap di India berdasarkan pengalaman yang selama ini mereka dapatkan di Brasil.

Strategi ini dianggap sejalan dengan visi Pemerintah India yang mendorong adopsi teknologi bahan bakar fleksibel.

Norma emisi untuk industri otomotif di India adalah yang terberat di tingkatan BS6 atau Euro 5. Sedangkan norma emisi di Brasil masih lebih rendah dari tingkat Euro 4 yang membuatnya lebih mudah untuk menerapkan teknologi bahan bakar fleksibel di Amerika Selatan.

Baca juga: All New Honda Vario 160 Sabet Gelar Bike of The Year 2022

Honda akan memperkenalkan model bahan bakar fleksibel pertamanya di India sebelum akhir  2024 dan kemungkinan besar Honda akan memperluas aplikasi mesin bensin bahan bakar fleksibel setelah tahun 2025.

Honda berupaya memperkuat portofolio produknya secara bertahap untuk meningkatkan jumlah model yang menggunakan bahan bakar fleksibel.

Baca juga: Skutik Crossover Yamaha X-Ride Punya 3 Warna Baru Serba Metalik

Adopsi teknologi bahan bakar fleksibel adalah bagian dari “arah strategi energi” Pusat untuk mengurangi impor minyak dan meningkatkan sektor pertanian dengan tebu yang memungkinkan konversi bahan bakar nabati.

Mobilitas Listrik

Honda saat ini tidak memiliki produk kendaraan listrik termasuk rantai pasokan untuk motor listrik, baterai, dan PCU (unit kontrol daya) di India.

Pasar India mengalami lonjakan besar dalam penjualan kendaraan bertenaga baterai yang sebagian besar telah disumbangkan oleh start-up baru.

Honda memiliki pengalaman membuat kendaraan EV di pasar China dan Jepang tetapi kondisi di India menimbulkan tantangan berbeda di mana iklim jauh lebih panas disertai dengan kondisi jalan yang lebih menantang.

Baca juga: Fokus Pasar Lokal, Yamaha Belum Akan Ekspor Skutik Fazzio Produksi Karawang

Pabrikan ini sedang mempelajari kelayakan bagaimana membuat bisnis yang berkelanjutan untuk EV di India. Mereka juga mempertimbangkan untuk mengimpor EV dari China yang tampaknya merupakan langkah logis.

Honda juga telah membentuk beberapa aliansi dengan pabrikan lain di berbagai negara. Di Jepang, mereka membetuk konsorsium pertukaran baterai yang mencakup Kawasaki, Suzuki, dan Yamaha.

Di Eropa, Honda dan Yamaha adalah bagian dari konsorsium yang mencakup KTM dan Piaggio. Di India, Honda belum memiliki konsep konsorsium semacam itu.

Namun, mereka telah menciptakan perusahaan layanan penukaran baterai di Bengaluru dengan nama Honda Power Pack Energy India dan berharap entitas ini membuka jalan untuk kemitraan dengan OEM lain di masa depan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas