Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Otomotif
LIVE ●

Ini Pemicu Pasar Mobil Lesu di Penghujung Tahun 2024

Penjualan mobil baru sepanjang tahun 2024 hanya tembus angka 865.753 unit dari pabrik ke dealer atau wholesale.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
zoom-in Ini Pemicu Pasar Mobil Lesu di Penghujung Tahun 2024
GridOto.com/Rian
Deretan mobil LCGC 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjualan mobil baru sepanjang tahun 2024 hanya tembus angka 865.753 unit dari pabrik ke dealer atau wholesale.

Angka ini jauh di bawah 1 juta unit target di awal tahun lalu. Tetapi melebihi sasaran Gaikindo saat merevisi target menjadi 850.000 unit pada Oktober 2024.

Corporate Communication Director dan Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani, menyampaikan perlambatan pasar mobil baru mulai terasa saat menginjak semester kedua tahun 2024.

Baca juga: LCGC Jadi Segmen Paling Sehat, Sumbang 20,5 Persen untuk Pasar Nasional Sepanjang 2024

"Kita merasa dari second half (semester dua) ya. Second half itu yang paling challenge adalah daya beli. Karena untuk market Daihatsu berbeda lebih didominasi oleh first car buyer," tutur Sri Agung di Jakarta, Kamis (17/1/2025).

Kebanyakan pembeli pertama mobil Daihatsu datang dari para pekerja informal dan pegawai, serta para pengusaha kecil (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah/UMKM).

Saat daya beli konsumen Daihatsu tersebut melemah, perusahaan pembiayaan juga melakukan pengetatan pada penyaluran kredit bagi para first car buyer tersebut.

Baca juga: Opsen Berlaku, Kemendagri Ingatkan Pemda Tidak Menambah Beban Wajib Pajak

"Begitu mau beli, kita juga punya challenge masalah leasing company, yaitu masalah kredit. Terutama bagi mereka yang membeli mobil pertama, prosesnya lebih luar biasa lagi. Sekarang minta DP besar. Jadi, kurang lebih itu challenge dua. Challenge utama kita di semester dua tahun lalu," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sri Agung menilai apa yang dilakukan perusahaan pembiayaan juga merupakan upaya untuk membuat perusahaan mereka tetap bertahan di tengah kondisi sulit tahun lalu.

"Ya, mungkin karena kondisi NPL ya, kita sama-sama balance lah. Untuk melihat kesehatan masing-masing perusahaan," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas