Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Otomotif
LIVE ●

Hyundai Santai Hadapi Gempuran Mobil Tiongkok, Taktik Ini Jadi Kunci

Automaker berlomba untuk menyajikan kendaraan yang sesuai keinginan konsumen, harga yang kompetitif hingga layanan penjualan yang dapat dipercaya.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hyundai Santai Hadapi Gempuran Mobil Tiongkok, Taktik Ini Jadi Kunci
Tangkapan layar
MOBIL HYBRID - Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto dan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dalam acara Ngocak Tribunnews.com, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (11/7/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai pelopor kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) Hyundai Motor Indonesia (HMID) berpandangan, semakin banyaknya pemain harus dilihat dari berbagai sisi.

Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto menyampaikan, industri bisa dibedakan antara yang ingin berkompetisi dan memonopoli pasar.

"Yang namanya suatu industri, kita bedakan antara yang monopoli dan yang berkompetisi. Biasanya yang monopoli itu agak sulit untuk berkembang. Tapi dengan adanya kompetisi maka ada challenge atau tantangan," ungkap Frans dalam acara Podcast Ngocak Tribunnews.com, di Kantor Redaksi Tribunnews, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (11/7/2025).

Baca juga: Bos Hyundai Usul Insentif Baru untuk Mobil Listrik, Gratis Lewat Jalan Tol

Dalam kompetisi tersebut, automaker berlomba untuk menyajikan kendaraan yang sesuai keinginan konsumen, harga yang kompetitif hingga layanan penjualan yang dapat dipercaya.

Yang paling krusial dari faktor di atas, layanan purna jual memiliki peranan sangat penting untuk membangun kepercayaan konsumen. Sebab proses ini yang akan menemani konsumen selama menggunakan produk.

"Boleh saja mobil itu dijual, tapi ternyata pada saat proses memilikinya atau melakukan purna jual, spare part-nya nggak ada, spare part-nya mahal, jaringannya belum ada. Itu yang sekarang Hyundai akan coba untuk perkuat dan itu yang kita mamakan nanti adalah My Hyundai Care," jelas Frans.

Frans menyebut, My Hyundai Care tidak hanya bicara mengenai layanan purna jual, tetapi bagaimana Hyundai mengatakan pengalaman berkendara konsumen dengan produknya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dari customer membeli kendaraan sampai dengan dia memiliki dan kembali menjual, serta membeli kendaraan Hyundai kembali. Itu yang kita katakan sebagai My Hyundai Care dan kita akan perkenalkan di GIIAS nanti," ucapnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas