Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Otomotif
LIVE ●

Hyundai Targetkan Pangsa Pasar 3 Persen pada 2026

Di tengah pasar otomotif yang masih fluktuatif, Hyundai memilih fokus menjaga pangsa pasar (market share) ketimbang mengejar volume penjualan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
zoom-in Hyundai Targetkan Pangsa Pasar 3 Persen pada 2026
Tribunnews.com/Lita Febriani
PASAR OTOMOTIF - Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto dalam acara Hyundai Cartenz Immersion, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (23/12/2025). (Tribunnews.com/Lita Febriani). 
Ringkasan Berita:
  • Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto menyebut, hingga akhir 2025 perusahaan menargetkan market share berada di kisaran 2,7-2,8 persen
  • Menurut Frans, menjaga market share dilakukan melalui dua strategi utama, yakni peluncuran produk baru dan penguatan layanan purna jual (after sales).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah pasar otomotif yang masih fluktuatif, Hyundai memilih fokus menjaga pangsa pasar (market share) ketimbang mengejar volume penjualan. 

Strategi ini dinilai penting untuk menjaga posisi merek di tengah ketatnya persaingan industri otomotif nasional yang sedang berlangsung.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto menyebut, hingga akhir 2025 perusahaan menargetkan market share berada di kisaran 2,7-2,8 persen. Angka ini sejalan dengan kondisi pasar nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 750.000 unit pada Desember.

Baca juga: Hyundai Motor Group dan Michelin Sepakat Percepat Pengembangan Teknologi Ban Terbaru

"Kami tidak melihat volume sebagai indikator utama. Yang paling berbahaya justru jika market share turun terlalu dalam," kata Frans dalam acara Hyundai Cartenz Immersion, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (23/12/2025).

Menurut Frans, menjaga market share dilakukan melalui dua strategi utama, yakni peluncuran produk baru dan penguatan layanan purna jual (after sales).

Hal ini didasari oleh pengalaman pelanggan yang dinilai menjadi faktor krusial dalam membentuk persepsi publik terhadap merek.

"Jadi yang bisa memberikan komen-komen, baik itu positif ataupun negatif bukan kendaraannya. Karena kendaraannya nggak bisa ngomong. Nggak bisa nulis juga di sosial media. Tapi yang punya kendaraan yang bisa melakukan itu," ucapnya.

Baca juga: Hyundai STARGAZER Cartenz dan Cartenz X Raih Pengakuan Global di Ajang The Drum Awards 2025

Rekomendasi Untuk Anda

Hyundai juga mengakui telah menunda peluncuran satu model baru hingga awal 2026 setelah melakukan evaluasi pasar. 

Meski demikian, perusahaan tetap akan memperkenalkan dua model baru pada 2025, masing-masing berbasis mesin combustion atau mesin dan hybrid.

Sementara untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), Hyundai masih menunggu kejelasan terkait kebijakan insentif pemerintah.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas