MG Yakin Pasar EV Tetap Tumbuh di 2026
MG Motor Indonesia melihat prospek pasar otomotif, khususnya kendaraan listrik, masih akan terus bertumbuh meski persaingan kian ketat.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski pasar otomotif nasional masih menghadapi tekanan, segmen kendaraan listrik justru menunjukkan akselerasi signifikan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan ritel mobil sepanjang tahun lalu tercatat sebesar 833.692 unit, turun 6,3 persen dibandingkan tahun 2024.
Di tengah penurunan tersebut, penjualan mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) justru melonjak tajam.
Baca juga: Lini SUV Lengkap MG Motor di GIIAS 2025: dari Tipe ICE, Hybrid Hingga EV
Gaikindo mencatat penjualan BEV dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 103.931 unit, atau meningkat 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 43.188 unit. Tren ini menjadi sinyal kuat bahwa elektrifikasi kendaraan mulai menemukan momentumnya di Indonesia.
MG Motor Indonesia melihat prospek pasar otomotif, khususnya kendaraan listrik, masih akan terus bertumbuh meski persaingan kian ketat.
Head of Marketing MG Motor Indonesia Hary Kurniawan mengatakan, MG tetap optimistis terhadap arah pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Tanah Air.
"Secara proyeksi market, kami melihat ini masih akan senantiasa growth. Maka dari itu, kita juga percaya diri dengan produk EV kami," tutur Hary dalam acara Media Gathering dan Peluncuran MG S5 EV di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
MG melihat, pertumbuhan pasar kendaraan listrik ke depan juga sangat bergantung pada dukungan kebijakan pemerintah.
Baca juga: MG Motor Terpikat Insentif PPnBM 3 Persen, Peluang Produksi Mobil Hybrid Lokal Terbuka
Perusahaan berharap program-program insentif dan regulasi yang berpihak pada kendaraan listrik dapat terus berlanjut.
"Tentu growth daripada market ini kita harapkan juga support-lah dengan program-program dari pemerintah nantinya," ucap Hary.
Ia menambahkan, dukungan tersebut penting untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan populasi pengguna EV.
"Pasti kita akan mendukunglah untuk mendapatkan ekosistem dan juga populasi market yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya," ujar Hary.
Peluang Luncurkan Mobil Rp 200 Jutaan
Terkait peluang bermain di segmen kendaraan listrik murah, termasuk EV dengan harga di bawah Rp 200 juta, MG menegaskan pendekatannya tidak semata-mata bertumpu pada harga.
"Kalau kita ngomong murah kadang relatif ya. Yang pasti MG komitmennya di Indonesia, kita menghadirkan produk yang pasti kompetitif dan secara value for money itu kompetitif di market-nya," jelasnya.
Ia menyebut, MG tidak hanya mempertimbangkan banderol harga, tetapi juga dampak penggunaan kendaraan bagi konsumen dalam jangka panjang.
"Jadi kami menghadirkan produk bukan hanya sekadar melihat harga murah, tapi kita juga harus melihat impact ke penggunanya seperti apa. Baik ketika mereka menggunakan unitnya ataupun ketika aftersales-nya," terang Hary.
Baca tanpa iklan