Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi Butuh Peran Aktif Semua Pemangku Kepentingan
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada satu pemangku kepentingan saja, diperlukan kolaborasi multi sektor.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada satu pemangku kepentingan saja, diperlukan kolaborasi multi sektor.
- Penguatan manufaktur lokal merupakan fondasi strategis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional diperlukan peran kuat dari semua pihak dalam berkolaborasi.
Untuk itu, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menggelar VKTR Day, sebuah kegiatan yang mempertemukan mitra strategis, pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi terkait kendaraan listrik.
CEO VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie menyampaikan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada satu pemangku kepentingan saja.
Baca juga: Kendaraan Listrik Disebut Berdampak Optimal Tekan Subsidi BBM dan Emisi
"Diperlukan kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga riset, dan asosiasi agar manufaktur lokal mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Ardi Bakrie dikutip Rabu (4/2/2026).
Mengusung tema From Local Manufacturing to National Impact, VKTR menegaskan perannya sebagai manufaktur kendaraan listrik dalam negeri yang telah bergerak dari tahap pengembangan menuju implementasi nyata.
Hal ini tercermin dari portofolio pengiriman unit, kerja sama lintas sektor, serta capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah mencapai lebih dari 40 persen.
“Penguatan manufaktur lokal merupakan fondasi strategis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Forum ini mencerminkan bagaimana kebijakan, kesiapan industri, dan implementasi di lapangan harus berjalan secara paralel,” tambah Ardi Bakrie.
Pada kesempatan yang sama, VKTR juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Panah Perak Megasarana disaksikan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia.
Melalui kerja sama ini, VKTR akan menyediakan layanan transportasi bagi PT Panah Perak Megasarana berupa truk listrik untuk distribusi pelet biomassa.
Pelet Biomassa merupakan bahan bakar padat terbarukan berbentuk silinder kecil, dibuat dari biomassa terkompresi seperti serbuk gergaji, limbah kayu, dan residu pertanian yang selanjutnya PT PLN Energi Primer Indonesia akan mengolah pelet biomassa menjadi energi.
“Integrasi mobilitas listrik ke dalam rantai nilai Waste-to-Energy menunjukkan bahwa sektor transportasi dapat berperan langsung dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ujar Direktur VKTR, V. Bimo Kurniatmoko.
Baca tanpa iklan