Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Otomotif
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Impor 35.000 Pikap Mahindra Scorpio oleh Agrinas Ternyata Tak Libatkan APM Lokal

PT RMA Indonesia menegaskan tidak terlibat dalam rencana impor 35.000 unit Mahindra Scorpio Pikup yang didatangkan Agrinas dari India.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Impor 35.000 Pikap Mahindra Scorpio oleh Agrinas Ternyata Tak Libatkan APM Lokal
Tribunnews.com/Lita Febriani
KONTROVERSI IMPOR PIKAP SCORPIO - Regional Director RMA Indonesia Roelof Lamberts ditemui wartawan di Ford Experience di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2026).  
Ringkasan Berita:
  • PT RMA Indonesia menegaskan tidak terlibat dalam rencana impor 35.000 unit Mahindra Scorpio Pikup yang didatangkan Agrinas Pangan Nusantara dari India.
  • Proses pengadaan dan pengiriman pikap diesel 4x4 tersebut dilakukan langsung antara Agrinas dan prinsipal Mahindra.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT RMA Indonesia menegaskan tidak terlibat dalam rencana impor 35.000 unit Mahindra Scorpio Pikup yang didatangkan PT Agrinas Pangan Nusantara dari India.

Pengadaan tersebut merupakan bagian dari total impor 105.000 unit pikap dan truk ringan dari prinsipal asal India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

"RMA Indonesia tidak menjadi bagian dari transaksi ini. Jadi, saya tidak dalam posisi untuk memberikan pernyataan lebih lanjut terkait hal tersebut," kata Regional Director RMA Indonesia Roelof Lamberts di Ford Experience di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2026).

Lamberts juga membenarkan bahwa proses pengadaan dan pengiriman pikap diesel 4x4 tersebut dilakukan langsung antara Agrinas dan prinsipal Mahindra.

Sebelumnya, Agrinas sempat menyebutkan bahwa impor akan dilakukan melalui RMA Indonesia. Namun Lamberts membantah hal tersebut.

"Tidak, itu tidak benar. Kami tidak menjadi bagian dari transaksi yang melibatkan impor dan distribusi Mahindra Scorpio Pikup tersebut di Indonesia," terangnya.

Menurut dia, transaksi tersebut merupakan kesepakatan langsung antara pemerintah dan prinsipal Mahindra di India dan tidak melalui RMA Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait layanan purna jual (after-sales), Lamberts menyebut pihaknya telah menawarkan dukungan, meski hingga kini belum ada keputusan final.

Baca juga: Mitsubishi Buka Opsi Produksi Pikap 4x4 Jika Permintaan Pasar Lokal Besar

"Kami telah menawarkan dukungan kami, namun kami belum memfinalisasi diskusi tersebut. Itu belum pasti untuk saat ini. Kami telah menawarkan dukungan (layanan purna jual) kami, namun hal ini masih dalam tahap diskusi," ucapnya.

Saat ini, RMA Indonesia masih memegang kontrak distribusi Mahindra di Tanah Air. Namun sekali lagi memastikan impor tersebut tidak melibatkan RMA.

"Kami memiliki kontrak yang berjalan dengan Mahindra untuk distribusi di Indonesia, itu benar. Namun di dalam kontrak juga disebutkan bahwa dalam kasus proyek tertentu, Mahindra diperbolehkan untuk melakukan bisnis secara langsung," kata Lamberts.

Baca juga: 1.200 Mobil Pikap Impor dari India Sudah Tiba Meski Diminta Ditunda, Gerindra: Itu karena Kontraknya

Ia menilai, meski tidak terlibat langsung dalam pengadaan, potensi keuntungan tetap terbuka apabila RMA nantinya dipercaya menangani bisnis suku cadang dan layanan purna jual.

"Satu-satunya keuntungan yang bisa saya pikirkan adalah tentu saja akan ada banyak kendaraan yang beroperasi."

"Jadi, jika memang kami nantinya terlibat dalam bisnis suku cadang dan purna jual, itu akan menjadi keuntungan karena merupakan penetrasi merek yang cepat dalam jumlah yang mungkin biasanya membutuhkan waktu lama," ungkap Lamberts.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas