Diklaim 40 Persen Lebih Efisien, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik
Industri tekstil di Indonesia mulai mengoperasikan truk listrik untuk aktivitas distribusi barang dengan dukungan Kalista.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Industri tekstil di Indonesia mulai mengoperasikan truk listrik untuk aktivitas distribusi barang dengan dukungan Kalista.
- Total ada 6 truk yang dioperasikan dalam kerjasama ini dan dioperasikan di area Jakarta dan Bandung.
- Operasional truk listrik diklaim 40 persen lebih efisien ketimbang truk konvensional dalam pemakaian energi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Adopsi kendaraan niaga listrik oleh sektor industri perlahan mulai meluas. Selain oleh sektor jasa logistik, adopsi kendaraan niaga EV juga terjadi di industri tekstil.
Salah satu pemain industri tekstil dalam negeri, PT Primarajuli Sukses (PRS) yang juga anak perusahaan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) mulai mengoperasikan truk listrik untuk aktivitas distribusi barang dengan dukungan Kalista.
Total ada 6 truk yang dioperasikan dalam kerjasama ini dan dioperasikan di area Jakarta dan Bandung.
Rinciannya, 4 unit Foton E-Miller dengan kapasitas baterai 81,14 kWh dan daya angkut hingga 4 ton, dan 2-unit Foton E-Aumark dengan kapasitas baterai 63,75 kWh dan daya angkut hingga 2,5 ton.
Ini menjadi bagian dari strategi Ever Shine Group meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target nasional menuju net zero emission di 2060.
Saat ini sekitar 70 persen kebutuhan energi perusahaan akan dipenuhi dari sumber energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,34 MWp dan pembangkit berbasis gas sebesar 1 MW yang sudah terpasang dan PLTS fase 2 berkapasitas 2.1 MWp yang akan operasional di Juli 2026.
Truk listrik yang dioperasikan menggunakan skema fleet-as-a-service Kalista dengan model operating lease, yang memungkinkan perusahaan melakukan transisi tanpa investasi awal pada aset kendaraan.
Baca juga: Green Logistics, JBL Belanja 500 Unit Truk Listrik untuk Perkuat Rantai Pasok FMCG
Status kendaraan dimiliki oleh Kalista dan seluruh aspek risiko dan tanggung jawab operasional, termasuk pemeliharaan, layanan purna jual, pengelolaan fitur, hingga integrasi IoT, sepenuhnya merupakan tanggung jawab perusahaan tersebut.
Strategi ini diyakini membuat perusahaan lebih fokus pada operasional logistik dan distribusi barang ke pelanggan.
"Kami menjawab tantangan kelangkaan BBM dengan mengambil langkah strategis untuk memulai adopsi EV sebagai kendaraan operasional kami," kata Direktur Ever Shine Group, Michael Sung dikutip Jumat, 3 April 2026.
Sebelumnya, PRS sudah melakukan ujicoba 2 unit truk listrik ini dengan hasil positif dan diklaim menghemat biaya energi hingga 40 persen.
Baca juga: Mitsubishi Fuso Perkuat Ekosistem Truk Listrik eCanter Lewat EV Mobile Charger
Keenam truk listrik ini dilengkapi Fleet Management System (FMS) Kalista, K-Move Dashboard, yang memungkinkan pemantauan operasional secara real-time.
"Hasil uji coba dalam kondisi operasional nyata menunjukkan adanya efisiensi biaya operasional hingga 27 persen per bulan," kata Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis Kalista.
Hasil uji coba menunjukkan, dalam satu kali pengisian, kedua unit dapat menempuh jarak hingga 200 km. Pada rute Tangerang-Bandung, proses pengisian daya dilakukan saat waktu istirahat dengan durasi pengisian 40 menit dari 20 persen ke 80 persen.
Sebelum memulai operasionalnya, seluruh armada akan melakukan pengisian pertama pada SPKLU PRS di fasilitas manufaktur PRS, Tigaraksa.
Baca tanpa iklan