Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Saatnya Memaafkan Diri Sendiri dengan 5 Cara Sederhana Berikut Ini!

Tidak ada yang mudah soal urusan memaafkan. Meski begitu, kita wajib memaafkan diri sendiri dengan 5 cara sederhana berikut ini!

Saatnya Memaafkan Diri Sendiri dengan 5 Cara Sederhana Berikut Ini!
ilustrasi mencintai diri sendiri 

Parapuan.co - Entah memaafkan diri sendiri atau orang lain, memang jadi urusan yang terkesan mudah namun sebenarnya sulit dilakukan.

Butuh pengorbanan dan juga keberanian untuk mulai memaafkan. Apalagi memaafkan diri sendiri ya, Kawan Puan. 

Membahas soal memaafkan, hal ini ternyata punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh serta pikiran.

Manfaat memaafkan antara lain membuat diri kita jadi lebih bahagia, membantu kita belajar menerima sesuatu dan mengurangi stres.

Baca Juga: Wajarkah Suka Pada Orang Lain Saat Memiliki Pasangan? Ini Kata Ahli!


Tentang memaafkan diri sendiri

Terpenting, kita harus menyadari bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, enggak terkecuali diri kita.

Oleh karena itu, berdamai dengan diri sendiri wajib dilakukan agar mendapatkan ketenangan batin. 

Memaafkan diri sendiri merupakan bentuk kelapangan hati untuk menerima segala hal yang pernah terjadi; termasuk beberapa hal yang enggak sesuai dengan harapan kita.

Setelahnya, kita berusaha melanjutkan hidup tanpa bayang-bayang kesalahan masa lalu.

Dilansir dari kompas.com, memaafkan diri sendiri juga menjadi cara untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kesehatan fisik dan mental.

Seperti halnya sebuah pembelajaran, belajar memaafkan diri sendiri juga perlu dilatih, membutuhkan proses, waktu dan tentunya kesabaran ekstra.

Tidak mudah, tetapi penting untuk belajar memaafkan diri sendiri dengan cara berikut ini:

Terima situasi dan jadikan pelajaran

Cara yang pertama, terima situasi dan akui kesalahan yang telah dilakukan. 

Pahami dan sadari bahwa hal-hal yang terjadi di masa lalu enggak bisa diubah lagi.

Selanjutnya, pahami bahwa kesalahan atau kelalaian yang kita lakukan bukanlah tanda kita gagal. Jadi, berhenti untuk terus-menerus menyalahkan diri sendiri.

Setelah mengakui kesalahan, jadikan setiap kesalahan sebagai sebuah pembelajaran agar enggak terulang lagi.

Cara ini membuat kita ingat bahwa kesalahan adalah hal yang wajar, tapi bukan jadi sesuatu yang harus di ulang terus-menerus.

Mulai untuk fokus memperbaiki diri

Setelah menerima situasi yang terjadi, langkah selanjutnya adalah kita bisa mulai fokus untuk memperbaiki diri.

Sebab, semua yang sudah terjadi enggak mungkin bisa kita ulang. Maka, sebaiknya kita fokus untuk hal-hal yang terjdi di depan.

Pahami apa yang perlu kita kembangkan saat ini, supaya kesalahan yang sama tidak terjadi lagi.

Kita juga bisa mencoba hal-hal baru yang positif dan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Pintu kesempatan lain akan akan terbuka saat kita keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. 

Baca Juga: Merasa Kewalahan Jalani WFH? Ini 7 Tips Agar Bebas Stres Saat Bekerja di Rumah


Berusaha melepaskan

Memaafkan tidak berarti kita melupakan yang terjadi, lho!

Masih dilansir dari Kompas.com, psikolog Sonja Lyubomirski menyebutkan bahwa memaafkan enggak harus selalu melupakan. Bukan berarti kalau kita enggak bisa melupakan, itu tandanya kita juga enggak bisa memaafkan. 

Justru sebaliknya, belajar memaafkan diri sendiri adalah dengan berusaha melepaskan. Dengan melepaskan, kita enggak lagi menciptakan emosi yang sama. 

Maksudnya, kita enggak lagi menciptakan emosi yang sama dengan yang pernah dirasakan di masa lalu dalam pikiran. Belajar dari situasi dan terus bergerak maju!

Curahkan lewat tuliskan 

Tuliskan semua hal yang pernah dilakukan dan kita rasa salah. Kita juga bisa menuliskan hal buruk apa yang orang lain lakukan terhadap kita sehingga membuat kita marah atau kecewa.

Betul sekali! Menulis bisa jadi salah satu cara membersihkan dan menyegarkan pikiran.

Latihan ini juga akan membantu kita menemukan masalah-masalah yang belum terselesaikan dalam pikiran. Jadi pikiran kita yang mungkin ’kusut’ bisa terurai dengan baik.

Hal negatif yang ada di pikiran juga membuat kita sulit memaafkan diri sendiri, lho!

Untuk mengatasi pikiran negatif yang semakin menjadi-jadi, tuliskan pikiran-pikiran yang terbesit di benak kita. Pisahkan pikiran yang positif dan negatif.

Dengan begitu, kita bisa sadar bahwa pikiran-pikiran yang menghalangi kita untuk memaafkan diri sendiri tersebut kurang tepat.

Selain lewat tulisan, kita juga bisa berbagi cerita dengan teman dekat atau keluarga serta melakukan positive self-talk untuk mejauhkan diri kita dari pikiran negatif yang menyulitkan kita untuk mulai memaafkan diri sendiri.

Baca Juga: Atasi Kebosanan, Ini 7 Sayuran yang Enak Dimakan dan Mudah Ditanam Saat Pandemi


Berhenti menghakimi diri sendiri

Belajar mencintai diri sendiri juga membantu kita untuk memaafkan diri sendiri, lho!

Sikap ini juga merupakan bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri dan cara untuk menerima segala kekurangan yang dimiliki.

Memang memaafkan diri sendiri itu enggak mudah dan butuh waktu. Tetapi penting untuk diingat kalau diri kita juga berhak bahagia.

Makanya, proses memaafkan diri sendiri akan terasa lebih mudah kalau kita berhenti menghakimi diri sendiri.

Ikhlaskan yang sudah terjadi, lepaskan masa lalu dan kemudian perlahan maju ke depan.

Kalau kita merasa mengecewakan seseorang, enggak ada salahnya untuk berani meminta maaf. Bukan tanpa alasan, nyatanya, minta maaf juga akan membebaskan diri kita dari beban pikiran.

Yuk, mulai sekarang coba untuk belajar memaafkan diri sendiri, ya. Selamat mencoba menerapkannya, Kawan Puan!

(*)

Baca Juga: 6 Tanda Jadi Korban Financial Abuse, Kekerasan dengan Mengambil Alih Keuangan Seseorang

Ikuti kami di
Sumber: Parapuan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas