Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ingin Memulai Bisnis Baru? Intip Tips dari Fashion Illustrator, Dinda Puspitasari

Memulai bisnis baru dari hobi enggak mudah lho, Kawan Puan. Meski begitu, kita harus tetap mencoba. Intip sederet tipsnya agar makin yakin!

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ingin Memulai Bisnis Baru? Intip Tips dari Fashion Illustrator, Dinda Puspitasari
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-03-17 03:01:29 

Parapuan.co - Perayaan Global Money Week atau GMW hadir kembali di Indonesia nih, Kawan Puan. Untuk kamu yang masih asing, GMW merupakan sebuah kampanye global yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pada anak dan remaja.

Kegiatan Global Money Week sendiri sudah ada sejak tahun 2013 dan telah dilakukan oleh 175 negara. Kerennya lagi acara ini sudah menjangkau 40,2 juta anak.

Di Indonesia, Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli adalah salah satu perusahaan yang rutin menyelenggarakan kegiatan ini. Mengusung tema 'Take care of yourself, take care of your money', Allianz Indonesia berkolaborasi dengan BTPN, CewekBanget.id, dan HAI Online untuk mengadakan acara secara daring mengingat masih pandemi COVID-19. 

Dari tema Global Money Week, munculah tema bagaimana cara menghasilkan uang dari hobi. Apalagi di masa pandemi keuangan remaja juga sebenarnya terdampak. Menghadirkan seorang fashion illustrator, Dinda Puspitasari, apa saja tips sebelum memulai bisnis baru? 

Baca Juga: Yuk, Jajal 3 Cara Praktis Mendapatkan Modal Usaha untuk Merintis Bisnis


Fokus ke diri sendiri

Sebelum menyiapkan modal, kita wajib fokus ke diri sendiri. Jangan lihat lahan orang lain, tetapi fokus dengan kemampuan kita sendiri. Biasanya kalau kita terlalu melihat orang lain, semangat kita jadi tumpul dan pesimis. 

Makanya, fokus dengan kamampuan kita. Menurut Dinda "Misal kita bisanya gambar, pikirin outputnya apa. Misal bisa buat merchandise. Cobain satu-satu, cobain semuanya dan fokus sama diri sendiri." 

Meski fokus kepada diri sendiri, Dinda juga menjelaskan akan lebih baik kalau kita segera melakukan rencana daripada terus-menerus berencana. 

"Jangan terlalu deep sama rencana, takutnya bagus di plan tetapi enggak dikerjain. Better saat merencankan sesuatu pakai ceklis biar mudah. Terpenting, lakukan rencana kita," ujar Dinda. 

Kumpulkan modal

Saat mengumpulkan modal, kita jangan sampai mengeluarkan modal. Lihat apa yang ada di sekeliling kita dan bisa menghasilkan uang untuk modal. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai contoh, kita merupakan karyawan swasta. Kita bisa menyisihkan uang dari gaji untuk modal. Bisa juga menjadi pekerja paruh waktu yang uangnya memang dialokasikan untuk berbisnis. 

"Tahun 2013 aku sempat resign, buka usaha, terus sempat ngantor lagi untuk ngumpulin modal," ujar Dinda. Dengan kata lain jika kita memang bisa menghasilkan uang dengan menjadi karyawan swasta, maka lakukan dahulu sembari mengumpulkan modal. 

Punya portofolio dan mulai atur keuangan

Setelah modal terkumpul, kita wajib punya portofolio sebagai karya kita. Portofolio yang ditampilkan merupakan strategi marketing agar kita dikenal orang. Hal ini juga dilakukan Dinda Puspitasari yang meletakan portofolionya di instagram dan blog. 

"Waktu itu aku punya portofolio di instagram dan blog. Sengaja enggak bikin instagram baru khusus karya aku karena biar orang juga melihat behind the scene saat aku gambar," ujar Dinda Puspitasari. 

Untuk urusan mengatur keuangan, Dinda Puspitasari kemudian bercerita bahwa "Keluargaku cukup cenderung kurang. Aku belajar sendiri tentang finansial dan menurut aku, kita harus punya at least 2 rekening. Untuk sehari-hari dan tabungan. Kalau dicampur berasa ada uang terus." 

Menurut Dinda, uang bisnis kita ada baiknya dimasukan ke dalam rekening tabungan setelah dipotong biaya operasional. 

Baca Juga: Ingin Bisnis Terus Cuan? Pahami 3 Poin Utama Digital Marketing Ini


Harus punya proteksi tambahan

Setelah menyiapkan tiga hal tadi, Dinda Puspitasari juga mengingatkan kita yang ingin berbisnis sendiri agar punya proteksi tambahan. 

Dinda bercerita saat ia sakit, bisnisnya berhenti total dan akan lebih baik kalau melindungi diri kita dengan proteksi tambahan seperti asuransi. 

"Dulu 2018, aku langganan UGD (Unit Gawat Darurat) jadi harus ada asuransi kesehatan. Kita harus inget kalau kita mesinnya dan kita harus merawat diri dengan baik. Kedepankan proteksi biar aku punya backup pas sakit." 

Dinda juga menambahkan untuk kita yang pekerja paruh waktu wajib memiliki asuransi. Mengingat tidak ada perlindungan diri seperti saat kita menjadi karyawan atau pegawai. 

"Kita yang freelance wajib punya. Apalagi udah ilang (tidak ada seperti) dari kantor." 

Jadi sudah siapkah Kawan Puan memulai bisnis jadi menjadi entrepreneur? 

(*)

Baca Juga: Tak Hanya Andalkan Ketenaran, Aurel Hermansyah Juga Pastikan Kualitas Bisnis Kuenya

Sumber: Parapuan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas