3 Tips Sukses Weaning with Love, Metode Menyapih Anak yang Dipakai Dwi Handayani
Dwi Handayani membagikan proses menyapih anak dengan metode Weaning with Love. Yuk cari tahu apa itu Weaning with Love?
Parapuan.co - Proses menyapih anak memang tricky. Selain harus punya komitmen, kita sebagai ibu juga perlu menggunakan metode yang tepat agar ibu dan anak sama-sama merasa nyaman.
Sama seperti Dwi Handayani, yang baru-baru ini berbagi tentang prosesnya menyapih anak.
Dalam unggahan Instagramnya, Dwi Handayani mengungkapkan bahwa proses menyapih anak pertamanya, Freya Kayonna Humaira awalnya berjalan tidak mudah.
Baca Juga: Dwi Handayani Curhat Rindu Menyusui Anak, Kenali Penyebab Depresi Usai Berhenti ASI
Sebab meskipun sudah mulai membangun komunikasi dengan anak, Dwi Handayani belum merasa siap lahir batin untuk berhenti menyusui.
“Tepat di ulang tahun Freya dan aku sudah sounding terus jauh-jauh hari, tapi ternyata itu bukan saat yang tepat buat aku, karena aku belum siap lahir dan batin dan rasanya belum tega,” ungkapnya dalam caption.
View this post on Instagram
Dari sinilah Dwi Handayani mulai belajar untuk lebih memberikan afirmasi positif pada Freya. Afirmasi positif ini dilakukan berulang kali bahkan ketika Freya sudah berusia lebih dari 2 tahun.
“Kita bisa ya nak untuk sama-sama ikhlas, bisa lepasin nen karena nen mama udah sakit, air susunya udah enggak banyak,” terang di Dwi Handayani.
Sampai akhirnya proses menyapih Freya pun berhasil meski pada hari ketiga ia sempat tantrum karena teringat ASI lagi.
Dalam proses menyapih anak ini, Sang Suami Putra, juga menjalankan perannya, yaitu mengajak bermain Freya agar perhatian Freya bisa teralihkan darii ASI.
Kawan Puan, proses menyapih anak yang dilakukan Dwi Handayani ini disebut sebagai Weaning with Love.
Melansir dari Kompas.com, Weaning with Love atau menyapih dengan cinta adalah proses menyapih dengan memberikan afirmasi positif kepada anak agar kelak tidak kaget saat disapih.
Proses ini bisa dilakukan ketika kedua belah pihak (ibu dan anak) sudah siap, agar kelak tidak ada yang merasa patah hati.
Agar proses Weaning with Love ini bisa berjalan sukses dan sesuai rencana, Meta Herdiana Anandita, Sp.A., memberikan tips menyapih anak dengan cinta.
Apa saja? Mari simak ulasannya berikut!
Baca Juga: Catat! Ini 7 Makanan Terbaik Untuk Busui yang Bisa Jadi ASI Booster
1. Afirmasi perlu diberikan beberapa minggu sebelumnya
Agar anak paham bahwa sebentar lagi ia tidak akan bergantung lagi pada ASI, ibu perlu memberikan afirmasi positif pada beberapa minggu sebelumnya. Hal tersebut juga sama seperti apa yang dilakukan Dwi Handayani pada Freya.
Selain itu, afirmasi juga perlu berulang kali diberikan. Sebab dengan pengulangan afirmasi, anak diharapkan akan memahami bahwa dalam waktu dekat tidak akan memperoleh ASI lagi.
2. Pastikan anak tidak kehilangan ibu selama disapih
Ibu perlu memastikan bahwa anak tidak akan kehilangan sosok ibu ketika disapih. Hal ini perlu dilakukan berdua dengan suami, agar proses menyapih anak bisa berjalan lebih lancar.
Selain itu, kehadiran sosok ibu di sisi anak ini juga menunjukkan bahwa anak akan tetap disayangi meskipun sudah tidak lagi mendapatkan ASI.
3. Pegang kuat komitmen menyapih anak
Ibu perlu memegang kuat komitmen untuk menyapih anak. Saat anak meminta ASI, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas lain. Salah satunya seperti mengajaknya bermain.
Baca Juga: Tips Memompa ASI yang Benar untuk Ibu Baru Agar Tetap Merasa Nyaman
Saat menjelang tidur, aktivitas menyusu juga bisa diganti dengan membacakan buku dongeng atau bernyanyi. Intinya sebisa mungkin buat anak sibuk dengan hal-hal lain.
Kawan Puan, ada satu hal lagi nih yang perlu diperhatikan dalam proses Weaning with Love ini, yaitu hindari mengoleskan sesuatu seperti lipstik, brotowali atau obat merah ke puting agar anak berhenti menyusu.
Sebab hal tersebut justru bisa membuat anak menjadi takut dan trauma. (*)
Baca tanpa iklan