Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Alami Toxic Productivity? Berikut Cara Mengatasi agar Tidak Burn Out

Kawan Puan, simak tanda-tanda toxic productivity ini yuk! Selain itu pahami juga cara mengatasinya berikut.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Alami Toxic Productivity? Berikut Cara Mengatasi agar Tidak Burn Out
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-04-12 08:00:02 

Parapuan.co - Kawan Puan pernahkah kamu berusaha untuk menjadi orang yang selalu produktif?

Bahkan sampai memaksa dirimu sendiri untuk produktif.

Memaksa diri sendiri untuk selalu produktif ternyata tidak baik lo, Kawan Puan!

Sebab hal tersebut bisa dikatakan sebagai toxic productivity.

Baca Juga: Laksanakan 6 Rutinitas Ini, Niscaya Hidupmu Akan Lebih Produktif

Toxic productivity merupakan sebuah istilah yang mengacu pada produktivitas yang tidak baik karena sudah berlebihan.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti yang dilansir dari Huffpost, istilah toxic productivity ini memiliki kecenderungan yang sama dengan workaholism atau gila kerja.

Ketika kamu mengerjakan sebuah pekerjaan lalu menyelesaikan, kamu merasa untuk perlu mengerjakan tugas-tugas lainnya yang sebenarnya tidak perlu kamu lakukan.

Nah Kawan Puan, orang-orang mengalami toxic productivity cenderung sengaja membuat diri mereka lelah untuk mencapai sesuatu tanpa kenal istirahat.


Toxic productivity tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan karena tubuh kita juga memiliki batasan dalam melakukan sesuatu.

Bila terus menerus dipaksa untuk melakukan pekerjaan yang melebihi kapasitasnya, sudah pasti tubuh kita akan kewalahan.

Lalu apa saja tanda-tanda toxic productivity?

Saat mengalami toxic productivity, Kawan Puan biasanya akan merasa pusing dan kelelahan bahkan di pagi hari

"Rasakan seberapa besar energi yang kamu miliki di pagi hari”, kata Simone Milasas (pelatih bisnis dan penulis Joy of Business).

Baca Juga: Ingin Berhenti Kerja? Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Resign dari Kantor

“Apakah kamu bangun di pagi hari dengan mengklik tombol berhenti di alarm, atau kamu bangun secara alami? Bagaimana keadaan tubuh kamu ketika bangun?" tambahnya.

Menurut Milasas, bila kamu bangun di pagi hari dengan kondisi tubuh sangat lelah, maka bisa jadi kamu mengalami toxic productivity.

Selain itu, Milasas juga menyebutkan jika kamu terlampau sering menggunakan aplikasi Zoom, padahal hal tersebut tidak terlalu dibutuhkan, karena kamu bisa sekedar menelepon atau mengirim email seperti biasa, maka kamu terperangkap dalam siklus toxic productivity.


Bagaimana caranya mengurangi toxic productivity?

Melansir dari Createcultivate, berikut adalah cara yang bisa kamu coba untuk terhindar dari toxic productivity!

1. Memasang target yang jelas

Janganlah muluk-muluk dalam memasang target agar kamu terhindar dari toxic productivity.

Selain itu, jadilah fleksibel mengenai rencana yang dibuat.

Tidak apa-apa, mengurangi satu atau dua aktivitas dalam sehari.

Ingat, produktivitas bukanlah lomba.

Baca Juga: Mengenal Diri Sendiri ala Podcaster ‘Rapot’ Ankatama, Bermula dari Resign!

2. Istirahat sama pentingnya dengan berkerja

Penelitian menunjukan, orang yang memiliki waktu istirahat yang cukup jauh lebih produktif ketika berkerja, dibandingkan mereka yang kurang beristirahat.

Hindari untuk menunggu tubuhmu ambruk baru kamu mau beristirahat, tapi istirahatlah sebelum tubuhmu itu tumbang.


3. Mindfulness

Mindfulness adalah cara kita untuk terhubung dengan diri kita sendiri.

Dengan mindfulness ini, kamu bisa mulai mengetahui apa yang tubuhmu butuhkan dan inginkan.

Oleh karena itu, hal ini penting bagi kesehatan dan bahkan meningkatkan kemampuan berpikir logis dan fungsi kritis otak.

Praktik mindfulness membuat kita lebih paham apa yang benar-benar dibutuhkan dan tidak terjebak pada toxic productivity.

Baca Juga: Kecanduan Medsos? Coba 5 Tips Detoks Medsos Agar Hidup Lebih Produktif

4. Bantuan orang lain

Jika kamu sulit untuk mengendalikan diri sendiri dalam menghindari toxic productivity, kamu bisa meminta bantuan orang lain.

Carilah orang yang bisa memantaumu dan mengingatkan jika produktivitas harian kamu sudah mulai melewati batas.

Kawan Puan, tetaplah bekerja sesuai dengan target pekerjaanmu.

Usahakan hindari bekerja secara berlebihan, agar kamu tidak terperangkap dalam toxic productivity ini. 

Tetap semangat, Kawan Puan! (*)

Sumber: Parapuan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas