Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Frasa Turunan Kata 'Perempuan' Tak Lagi Berkonotasi Negatif di KBBI

Frasa turunan kata 'perempuan' di KBBI mulanya berkonotasi negatif seperti perempuan lacur dan perempuan jalang. Begini perubahan setelah pemutakhiran

Frasa Turunan Kata 'Perempuan' Tak Lagi Berkonotasi Negatif di KBBI
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-05-08 18:00:03 

Parapuan.co - Apa yang terlintas di ketika mendengar kata 'perempuan'? Apakah itu seseorang yang memiliki vagina, bisa menstruasi, hamil, dan melahirkan?

Kalau menurut laman Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, kata 'perempuan' didefinisikan sebagai "orang (manusia) yang mempunyai vagina, biasanya dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, atau menyusi."

Kata 'perempuan' pun memiliki sinonim 'wanita', dan berhubungan dengan status sebagai 'istri' atau 'bini'.

Baca Juga: Lembaga Riset Indonesia Indicator Rilis 10 Perempuan Berpengaruh di Twitter, Siapa Saja Mereka?

Definisi KBBI ini memang tidak salah. Semua deskripsi itu sesuai dengan fakta sosok perempuan di dunia nyata.

Namun, yang membuat sedih atau mungkin juga marah, adalah gabungan kata 'perempuan' yang bisa kita temui di laman KBBI.

Apakah kamu tahu kalau kata 'perempuan' di KBBI memiliki frasa turunan yang berkonotasi negatif, bahkan terkesan menyudutkan perempuan?

Dalam KBBI, frasa 'perempuan' dihubungkan dengan frasa yang memiliki arti buruk seperti jahat, jalanan, jalang, lacur, nakal, simpanan, dan lainnya.

Kata 'perempuan' pun akhirnya menghasilkan frasa berkonotasi negatif seperti 'perempuan jahat', 'perempuan jalanan', 'perempuan jalang', 'perempuan lacur', 'perempuan nakal', dan 'perempuan simpanan.'

Halaman
123
Ikuti kami di
Sumber: Parapuan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas