Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Beberapa Kesalahan dalam Sinteron Zahra yang Pantas Dihentikan

Tak hanya diperankan oleh anak di bawah umur. Berikut beberapa penyimpangan yang dilakukan sinteron Zahra dan layak dihentikan.

Beberapa Kesalahan dalam Sinteron Zahra yang Pantas Dihentikan
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-03 23:00:23 

“Memang hal yang sudah biasa (anak-anak) memerankan orangtua. Tapi kan melihat adegan seperti apa yang dikenakan terhadap anak yang memerankan dirinya sebagai orangtua itu. Kan itu enggak boleh ada adegan (dewasa) bisa ditangkap publik sebagai pedofil harus diperhatikan juga hal-hal seperti itu,” ucap Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo seperti yang dilansir dari Kompas.com.


Eksploitasi Anak

Sinetron ini juga mengandung unsur ekploitasi anak.

Tidak hanya secara ekonomi namun juga secara seksual.

Ekploitasi ekonomi yang dilakukakuan pada anak merupakan bentuk dari mempekerjaankan anak di bawah umur.

"Belum lagi kita bicara teknis pengambilan gambarnya. Itu sering sekali melewati jam malam. Itu juga jadi isu ketenagakerjaan di dalam media ini. Pengadaan siaran ini juga jadi problematik," jelas Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati.

Padahal dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 68 mengatur syarat pekerja anak yang meliputi:

Baca Juga: Trending, Ini 4 Film Thriller dan Horor Terbaik M. Night Shyamalan

- Izin tertulis dari orangtua/wali

- Perjanjian kerja pengusaha dengan orangtua/wali

- Waktu kerja maksimum 3 jam

- Dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah

- Keselamatan dan kesehatan kerja

- Ada hubungan kerja yang jelas

- Menerima upah sesuai ketentuan yang berlaku

Anak yang berusia 13 hingga 15 diizinkan untuk bekerja asalkan sesuai dengan Undang-Undang yang mengatur.

(*)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas