Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kirana Larasti Buka Suara dan Katakan Sinteron Zahra Melakukan 3 Pelanggaran

Kirana Larasati mengatakan bahwa sinetron Zahra melakukan 3 pelanggaran. Salah satunya pelanggaran hak perempuan.

Kirana Larasti Buka Suara dan Katakan Sinteron Zahra Melakukan 3 Pelanggaran
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-06 09:00:13 

Pendampingan dilakukan untuk memberikan penjelasan yang logis dan realistis pada anak seperti, mengapa mereka mendapatkan peran tersebut dan mengapa peran tersebut perlu mereka lakukan.

Sinetron yang ditayangkan di televisi dapat diakses oleh siapapun dan bahkan di daerah pelosok sekalipun.

Terlebih untuk menonton tayangan televisi tidak perlu mengeluarkan banyak uang seperti saat menonton bioskop.

Karena dapat diakses semua orang belum tentu mereka dapat menerima pesan dalam tayangan tersebut.

Baca Juga: Untukmu yang Akan Tinggal dengan Mertua Setelah Menikah, Simak Tips Ini yuk!

Makanya, Kirana Larasati pun buka suara dan katakan bahwa sinetron Zahra ini melakukan pelanggaran, salah satunya adalah pelanggaran hak perempuan.

"Semua orang yang menonton belum tentu memiliki level kecerdasan yang sama," jelas Kirana.

Menurutnya, ada yang menerima informasi secara mentah namun ada pula yang menyaringnya terlebih dahulu.

Namun, tidak semua orang akan menyaring informasi yang diberikan.

Seperti pada sinetron Zahra, Kirana menemukan banyak komentar yang tidak wajar karena pengaruh sinetron ini.

Banyak anak-anak di bawah umur yang memiliki keinginan untuk memiliki pasangan dengan jarak usia yang cukup jauh. Ini membuat Kirana menjadi semakin miris.

Baca Juga: Ingin Miliki Kamar Nyaman Seperti Drama Korea, Ini Dia Tipsnya

Atas kejadian ini, televisi dan rumah produksi wajib menyajikan hiburan dengan pesan tertentu atau paling tidak meberikan batasan usia pada tontonan yang ditayangkan.

Menurut Kirana, sinetron Zahra telah melakukan tiga pelanggaran yaitu legal right, human right, dan woman right.

Legal right merupakan hak yang disadari dan diatur oleh hukum.

Seperti yang diatur dalam Undang-Undang bahwa batas usia seseorang melakukan pernikahan adalah 19 tahun baik laki-laki maupun perempuan.

Pelanggaran human right ini terlihat dari tidak adanya pendampingan legal dari psikolog maupun orang tua. Ini juga merupakan bentuk eksploitasi.

KPI dan KPAI dinilai abai dalam melaksanakan tugasnya untuk melindungi hak anak dan hak penonton untuk mendapatkan tontonan yang sesuai usia.

Sinetron ini pun dinilai melakukan pelanggaran woman right karena melakukan pernikahan usia dini dan dijadikan istri ketiga.

Baca Juga: Katanya Pasangan Terbaik adalah Karakter INFJ dan ENFP, Benarkah?

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa langsung menonton YouTube Kirana di bawah ini.

(*)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas