Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ingin Lancar Dapatkan Pekerjaan Impian? Kuncinya Taklukkan Hati Perekut

Mendapatkan pekerjaan impian gampang-gampang susah. Namun kamu bisa mengakalinya dengan menaklukkan hati perekrut seperti berikut ini!

Ingin Lancar Dapatkan Pekerjaan Impian? Kuncinya Taklukkan Hati Perekut
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-08 17:00:14 

Jika situasi seperti ini menghampiri, dan kamu tidak yakin ingin melepaskan pekerjaan yang saat ini dimiliki, maka tolaklah dengan baik tawaran tersebut.

Berikan kabar kepada perekrut dan jangan mengabaikan tawaran tersebut begitu saja.

Menurut Patricia Lenkov, executive search dari N2Growth, salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang adalah menolak tanpa memberi konfirmasi yang jelas.

Patricia menyampaikan bahwa sangat penting bagi seseorang untuk menjalin hubungan baik dengan recruiter meski tidak membutuhkan pekerjaan yang ditawarkan.

Pasalnya, tidak ada yang bisa menjamin bahwa pekerjaan yang dijalani sekarang akan bertahan lama.

Baca Juga: Hadapi Perasaan Cemas dan Takut setelah Resign? Atasi dengan Cara Ini!

“Sangat penting untuk membangun hubungan baik dengan perekrut bahkan ketika kamu tidak membutuhkannya.

"Kamu tidak pernah tahu kapan akan dipecat atau perusahaan akan diakuisisi. Kita berada di pasar kerja yang rumit dan rapuh," kata Patricia.

4. Selesaikan tes kepribadian dalam proses seleksi

Resume dan wawancara kerja bukan satu-satunya instrumen penilaian yang menentukan lolos atau tidaknya seseorang dalam melamar posisi pekerjaan.

Ada instrumen lainnya, yakni tes kepribadian atau personality test.

Banyak perusahaan mengandalkan hasil tes ini untuk melihat kualitas para pelamar pekerjaan.

Tes ini dilakukan oleh setiap perusahaan untuk melihat apakah seorang kandidat memang cocok dengan posisi yang dilamarnya.

Makanya selama proses seleksi, usahakan menyelesaikan tes kepribadian ini agar bisa jadi pertimbangan lolos tidaknya kamu untuk posisi yang dilamar.

5. Hindari menelepon perekrut kerja

Kawan Puan, hindari menelepon perekrut kerja jika kamu memang belum mendapatkan jawaban atau konfirmasi setelah proses wawancara.

Kalaupun memang ingin menghubungi recruiter, kamu bisa mengirim e-mail kepada mereka.

Baca Juga: Setelah Wawancara Malah Dighosting HRD? Mungkin Inilah Penyebabnya

Kebanyakan recruiter lebih memilih e-mail sebagai kontak komunikasi urusan bisnis, termasuk penerimaan karyawan baru.

Tulislah surat elektronik tersebut sesingkat dan sejelas mungkin untuk dibaca oleh recruiter.

Sebab, tidak menutup kemungkinan ada banyak e-mail lain yang masuk ke kontak recruiter.

Oleh karena itu, recruiter kurang begitu tertarik membaca surat yang terlalu panjang dan berbelit-belit.

“Orang-orang tidak benar-benar mengerti bahwa perekrut mendapatkan ratusan e-mail dari pencari kerja setiap hari,” kata Patricia. (*)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas