Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Chrissy Teigen Akui Menyesal Pernah Lakukan Trolling, ini Maknanya

Chrissy Teigen akui menyesal dulu pernah lakukan Trolling. Berikut makna trolling yang tidak baik dan bertujuan untuk merendahkan orang!

Chrissy Teigen Akui Menyesal Pernah Lakukan Trolling, ini Maknanya
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-17 12:00:23 

Parapuan.co - Kawan Puan,  pada Senin (15/6/2021) kemarin, Chrissy Teigen meminta maaf dan mengakui kesalahannya melakukan trolling di masa lalu melalui tulisannya di medium.

Tweet Chrissy Teigen di masa lalu kembali viral karena pernah melakukan trolling saat masih muda kepada beberapa selebriti seperti Courtney Stodden, Lindsay Lohan dan Farrah Abraham.

"Tidak sehari, tidak satu momen pun telah berlalu di mana saya tidak merasakan beban penyesalan yang menghancurkan atas hal-hal yang telah saya katakan di masa lalu," tulis Chrissy Teigen dilansir dari laman People.

Chrissy juga menjelaskan bahwa ia tidak memiliki alasan atau motif apapun saat dulu melakukan trolling

Baca juga: Akui Pernah Lakukan Cyber Bullying, Chrissy Teigen Minta Maaf

"Target saya tidak pantas mendapatkannya. Tidak ada yang melakukannya," ujar Chrissy.

"Banyak dari mereka membutuhkan empati, kebaikan, pengertian dan dukungan, bukan kekejaman saya yang menyamar sebagai semacam humor santai dan tegang. Saya adalah seorang troll, titik. Dan saya sangat menyesal," tambah Chrissy menyampaikan penyesalannya.

Chrissy Teigen mengaku, ketika dahulu melakukan trolling dan cyber bullying, ia berpikir itu akan membuatnya keren dan menyenangkan dengan mengolok-olok selebriti di media sosial.

Lalu, apa itu trolling?


Trolling atau yang biasa dikenal dengan online harrashment adalah bentuk serangan yang berupa penghinaan yang dapat berbentuk candaan atau komentar seksis.

Perilaku ini biasanya dilakukan secara terus menerus atau repetitif yang bertujuan untuk merendahkan targetnya.

Baca juga: Waspada! Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online Meningkat, Ini 9 Bentuknya

Trolling dapat berbentuk kalimat, tulisan, atau gambar termasuk cuitan di Twitter atau postingan yang bertujuan merendahkan orang lain di sosial media.

Berdasarkan Purple Code Collective, trolling termasuk salah satu bentuk kekerasan gender berbasis online lho, Kawan Puan. (*)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas