Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pahami Hypersexualization yang Dikritik Scarlett Johansson dalam Film 'Iron Man 2'

Aktris Amerika Serikat Scarlett Johansson mengkritik adanya hypersexualization dalam film 'Iron Man 2'. Apa yang dimaksud dengan hypersexualization?

Pahami Hypersexualization yang Dikritik Scarlett Johansson dalam Film 'Iron Man 2'
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-21 04:01:14 

Parapuan.co - Aktris Amerika Serikat (AS), Scarlett Johansson, mengkritik hypersexualization terhadap karakter Black Widow yang dimainkannya dalam film Iron Man 2 (2010).

Diinformasikan situs BBC.com pada Sabtu (19/6/2021), aktris 36 tahun itu merujuk pada suatu adegan dalam film itu yang melakukan hypersexualization terhadap Black Widow.

Dalam Iron Man 2, terdapat adegan saat karakter Tony Stark yang merupakan nama asli Iron Man (diperankan oleh Robert Downey Jr.) menyebut Black Widow sebagai sepotong daging.

"Ada momen ketika (karakter) Tony menyebut dia (Black Widow) sebagai sepotong daging," kata Scarlett, seperti dikutip dari Bbc.com.

Walau itu cuma dialog dalam Iron Man 2, tapi ucapan demikian tidak pantas sebab ini mengibaratkan Black Widow, yang jelas-jelas perempuan, sebagai makanan bagi kaum Adam.

Sebagai informasi, film karya sutradara Jon Favvreau itu mengisahkan tentang karakter pahlawan yang menggunakan baju besi bernama Iron Man, yang berusaha melawan penjahat yang hendak merusak dunia.

Baca Juga: Jordyn Woods Kerap Alami Overseksualisasi di Media Sosial, Apa itu?

Scarlett pun menilai bahwa Black Widow seolah dibicarakan sebagai sebuah benda dalam Iron Man 2.

"(Iron Man 2) sangat membicarakan dia (Black Widow) seolah-olah dia adalah suatu benda, objek, atau barang kepunyaan," ucap Scarlett lagi.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas